Analisis Kepatuhan Diet Diabetes Melitus Tipe II Di Puskesmas Rejosari Kota Pekanbaru
Institutional Metadata
Abstract
Diabetes melitus tipe II merupakan penyakit kronis yang membutuhkan pengelolaan secara berkelanjutan, salah satunya melalui kepatuhan dalam menjalankan diet. Kepatuhan diet berperan penting dalam membantu mengontrol kadar glukosa darah dan mencegah terjadinya komplikasi. Di era digital, pasien semakin mudah memperoleh informasi kesehatan melalui berbagai media, tetapi kemampuan dalam mencari, memahami, menilai, dan menggunakan informasi kesehatan dapat berbeda pada setiap individu. Kemampuan tersebut dikenal sebagai e-literasi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan e-literasi kesehatan dengan kepatuhan diet pada pasien diabetes melitus tipe II di Puskesmas Rejosari Kota Pekanbaru.Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik korelasional dan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien diabetes melitus tipe II yang berkunjung ke Puskesmas Rejosari Kota Pekanbaru, dengan jumlah sampel sebanyak 157 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner e-literasi kesehatan yang terdiri dari 16 pertanyaan dan kuesioner kepatuhan diet yang terdiri dari 10 pertanyaan. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki e-literasi kesehatan dalam kategori sangat mudah, yaitu 125 responden (79,6%), sedangkan 28 responden (17,8%) berada pada kategori cukup mudah dan 4 responden (2,5%) berada pada kategori cukup sulit. Berdasarkan kepatuhan diet, sebanyak 124 responden (79%) berada pada kategori patuh dan 33 responden (21%) berada pada kategori tidak patuh. Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara e-literasi kesehatan dengan kepatuhan diet berdasarkan hasil uji statistik yang tercantum dalam output penelitian. Uji Spearman menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0,193 dengan p-value 0,015, yang menunjukkan hubungan positif dengan kekuatan hubungan yang lemah. Artinya, semakin baik e-literasi kesehatan responden, cenderung semakin baik pula kepatuhan dietnya.Diharapkan Puskesmas Rejosari dapat meningkatkan edukasi kesehatan yang mudah dipahami dan memanfaatkan media digital sebagai salah satu sarana dalam memberikan informasi mengenai pengelolaan diabetes melitus, khususnya kepatuhan terhadap diet.
Type II diabetes mellitus is a chronic disease that requires continuous management, one of which is adherence to an appropriate dietary regimen. Dietary adherence plays an im-portant role in controlling blood glucose levels and preventing diabetes-related complica-tions. In the digital era, patients have increasingly easy access to health information through various media. However, their ability to search for, understand, evaluate, and use health information may vary. This ability is referred to as health e-literacy. This study aimed to determine the relationship between health e-literacy and dietary adher-ence among patients with type II diabetes mellitus at Rejosari Public Health Center, Pekanbaru City. This study employed a quantitative method with a correlational analytic design and a cross-sectional approach. The study population consisted of patients with type II diabetes mellitus who visited Rejosari Public Health Center, Pekanbaru City. A total of 157 respondents were selected using purposive sampling. Data were collected using a 16-item health e-literacy questionnaire and a 10-item dietary adherence ques-tionnaire. Data were analyzed using univariate and bivariate analyses. The results showed that most respondents had a health e-literacy level categorized as very easy, with 125 respondents (79.6%), while 28 respondents (17.8%) were categorized as quite easy and 4 respondents (2.5%) as quite difficult. Regarding dietary adherence, 124 re-spondents (79%) were categorized as adherent and 33 respondents (21%) as non-adherent. Bivariate analysis indicated a significant relationship between health e-literacy and dietary adherence based on the statistical analysis reported in the study. The Spear-man correlation test showed a correlation coefficient of 0.193 with a p-value of 0.015, indicating a positive but weak relationship. This means that better health e-literacy tends to be associated with better dietary adherence among patients with type II diabetes melli-tus. It is recommended that Rejosari Public Health Center strengthen health education using easily understandable information and utilize digital media as an educational strat-egy to improve patients' knowledge and ability to manage diabetes mellitus, particularly adherence to dietary recommendations.