Analisis Komparatif Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah (Fe) pada Ibu Hamil di Wilayah Rural dan Urban
Institutional Metadata
Abstract
Konsumsi suplemen zat besi (Fe) merupakan salah satu strategi penting dalam mencegah anemia pada ibu hamil. Namun, kepatuhan dalam mengonsumsi suplemen tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk perbedaan lingkungan tempat tinggal antara wilayah rural dan urban. Perbedaan tersebut diperkirakan dapat memengaruhi kepatuhan, terutama dalam hal akses terhadap pelayanan kesehatan, informasi kesehatan, dan kondisi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan kepatuhan konsumsi suplemen zat besi (Fe) pada ibu hamil di wilayah rural dan urban. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif komparatif dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 54 ibu hamil dari wilayah rural dan urban yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner kepatuhan dan dianalisis secara univariat dan bivariat, khususnya menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 17 responden (31,5%) di wilayah rural dan 22 responden (40,7%) di wilayah urban termasuk dalam kategori patuh. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value sebesar 0,129 (p > 0,05), yang menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan dalam kepatuhan konsumsi suplemen zat besi (Fe) antara ibu hamil di wilayah rural dan urban. Tenaga kesehatan diharapkan dapat meningkatkan edukasi dan pemantauan terkait konsumsi suplemen zat besi (Fe) dengan melibatkan keluarga untuk meningkatkan kepatuhan, terutama pada ibu hamil di wilayah rural.
Consuming iron (Fe) supplements is a key strategy for preventing anemia in pregnant women. However, adherence to this regimen is influenced by various factors, including the differences between rural and urban living environments. These differences are thought to affect adherence—particularly regarding access to healthcare services, health information, and social conditions. This study aimed to analyze differences in iron (Fe) supplement adherence between pregnant women in rural and urban areas. A quantitative, comparative cross-sectional design was employed, involving a sample of 54 pregnant women from rural and urban areas selected via purposive sampling. Data were collected using an adherence questionnaire and analyzed through univariate and bivariate methods, specifically the Chi-Square test. The results showed that 17 respondents (31.5%) in rural areas and 22 respondents (40.7%) in urban areas fell into the "adherent" category. The Chi-Square test yielded a p-value of 0.129 (p > 0.05), indicating no significant difference in iron (Fe) supplement adherence between pregnant women in the two areas. Healthcare workers should enhance education and monitoring regarding iron (Fe) supplement intake—while involving families—to improve adherence, particularly among pregnant women in rural areas.