Analisis Literasi Kesehatan Dengan Perawatan Diri Pada Lansia Diabetes melitus Di Pusskesmas Simpang Tiga Kota Pekanbaru
Quick Access
Institutional Metadata
Abstract
ABSTRAK Individu yang memiliki literasi kesehatan yang memadai biasannya akan menunjukkan perawatan diri yang baik. Perawatan diri ini sendiri merupakan hal wajib yang bisa dilakukan penderita diabetes. Salah satu Puskesmas dengan kasus DM tertinggi di Kota Pekanbaru sebanyak 1.894 orang pada tahun 2021, terdapatnya kesenjangan antara pemberi informasi dan penerima informasi menjadi masalah besar dalam melakukan perawatan diri DM. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara literasi kesehatan dengan perawatan diri pada lansia. Penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional dilakukan di Puskesmas Simpang Tiga Kota Pekanbaru dengan total sampling sebanyak 97 orang. Instrumen penelitian yang digunakan untuk literasi kesehatan menggunakan kuesioner HLS-EU-Q16 sedangkan perawatan diri menggunakan kuesioner DSMQ. Hasil penelitian menunjukkan hampir separuhnya (44,3%) memiliki literasi kesehatan yang tidak memadai, sedangkan hampir separuhnya (45,4%) memiliki perawatan diri yang baik. Berdasarkan hasil uji statistik didapatkan nilai p value 0,000<0,05 sehingga terdapat hubungan antara literasi kesehatan dengan perawatan diri pada lansia DM. Peneliti merekomendasikan untuk melakukan operasional model konsep literasi kesehatan (model improving functional health literacy dalam konteks klinis).
ABSTRACT Individuals who have adequate health literacy will usually show good self-care. This selfcare itself is a mandatory thing that diabetics can do. One of the health centers with the highest DM cases in Pekanbaru City as many as 1,894 people in 2021, the presence of anagreement between the informerand the recipient of information is a big problem in carrying out DM self-care. The purpose of this study was to determine the relationship between health literacy and self-care in the elderly. Quantitative research with a crosssectional design at the Simpang Tiga Health Center in Pekanbaru City with a total sampling of 97 people. The research instrument used for health literacy used the HLSEU-Q16 questionnaire while the self-care used the DSMQ questionnaire. The results showed that almost half (44.3%) had inadequate health literacy, while almost half (45.4%) had good self-care. Based on the results of statistical tests, a p value of 0.000<0.05 was obtained so that there is a relationship between health literacy and selfcare in the elderly DM. Researchers recommend operating a model of the concept of health literacy (improving functional health literacy model in a clinical context).