Analisis Manajemen Risiko Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Di Laboratorium RSUD Teluk Kuantan Tahun 2024
Quick Access
Institutional Metadata
Abstract
Manajemen Risiko adalah proses identifikasi, analisis, evaluasi dan pengelolaan semua risiko dan diterapkan terhadap semua unit/bagian/program/kegiatan. Laboratorium merupakan sebuah instalasi berupa layanan penunjang yang membantu diagnosis, sehingga para dokter dapat menanganinya dengan cepat dan akurat. Manajemen laboratorium adalah prosedur sistematik untuk mengumpulkan, menyimpan, mengolah dan mengambil data yang dibutuhkan oleh laboratorium. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen risiko keselamatan dan kesehatan kerja di ruang Laboratorium RSUD Teluk Kuantan tahun 2024. Pada penelitian ini menggunakan analisis kualitatif dengan meggunakan metode HIRAC dan pendekatan observasi dan wawancara mendalam untuk mengetahui tingkat risiko keselamatan kesehatan kerja (K3) di ruang laboratorium RSUD Teluk Kuantan. Dalam penelitian ini dilakukan 3 tahap yaitu penilaian risiko (Identifikasi risiko, analisis risiko) dan perlakuan risiko, dengan studi kasus yang ada di ruang laboratorium RSUD Teluk Kuantan. Informan penelitian ini terdiri dari 5 orang informan yaitu kepala laboratorium dan 1 orang anggota tim K3 sebagai informan utama, Kepala K3RS informan kunci, dan 2 analis kesehaatan sebagai informan pendukung. Hasil penelitian penilaian risiko menunjukkan bahwa identifikasi bahaya dan risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja di laboratorium RSUD Petala Bumi ada 6 bahaya yang teridentifikasi yaitu bahaya fisik, biologi, kimia, ergonomi, psikologi, dan elektrik.
Risk Management is the process of identifying, analyzing, evaluating and managing all risks and is applied to all units/sections/programs/activities. A laboratory is an installation in the form of supporting services that assist in diagnosis, so that doctors can handle it quickly and accurately. Laboratory management is a systematic procedure for collecting, storing, processing and retrieving data needed by a laboratory. This study aims to analyze occupational safety and health risk management in the Laboratory room of Teluk Kuantan Hospital in 2024. This study uses qualitative analysis using the HIRAC method and an in-depth observation and interview approach to determine the level of occupational health and safety (K3) risk in the laboratory room of Teluk Kuantan Hospital. In this study, 3 stages were carried out, namely risk assessment (risk identification, risk analysis) and risk treatment, with a case study in the laboratory room of Teluk Kuantan Hospital. The informants for this study consisted of 5 informants, namely the head of the laboratory and 1 member of the K3 team as the main informant, the Head of K3RS as a key informant, and 2 health analysts as supporting informants. The results of the risk assessment study showed that the identification of hazards and risks for Occupational Safety and Health in the Petala Bumi Regional Hospital laboratory included 6 identified hazards, namely physical, biological, chemical, ergonomic, psychological, and electrical hazards.