ANALISIS PENGELOLAAN SEDIAAN FARMASI DAN BMHP DI UPTD PUSKESMAS DAIK KABUPATEN LINGGA TAHUN 2026
Institutional Metadata
Abstract
Pengelolaan sediaan farmasi dan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) merupakan salah satu komponen penting dalam menjamin mutu pelayanan kefarmasian di puskesmas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan sediaan farmasi dan BMHP di UPTD Puskesmas Daik Kabupaten Lingga Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap empat informan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan sediaan farmasi dan BMHP di UPTD Puskesmas Daik pada umumnya telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Perencanaan kebutuhan disusun berdasarkan data pemakaian, pola penyakit, jumlah kunjungan pasien, dan Rencana Kebutuhan Obat (RKO). Proses permintaan, penerimaan, penyimpanan, pendistribusian, pengendalian, serta pemantauan dan evaluasi telah dilaksanakan sesuai prosedur. Penyimpanan telah menerapkan prinsip FEFO/FIFO serta dilakukan pemantauan terhadap suhu dan masa kedaluwarsa.Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan sediaan farmasi dan BMHP di UPTD Puskesmas Daik telah berjalan dengan baik, namun masih memerlukan peningkatan pada aspek perencanaan, penguatan sistem informasi, pemenuhan sarana dan prasarana, peningkatan kualitas data, serta koordinasi antarunit untuk mendukung efektivitas dan efisiensi pengelolaan logistik farmasi.
The management of pharmaceutical supplies and medical consumable materials (BMHP) is an essential component in ensuring the quality of pharmaceutical services at community health centers. This study aimed to analyze the management of pharmaceutical supplies and medical consumable materials (BMHP) at UPTD Daik Community Health Center, Lingga Regency, in 2026. This study employed a descriptive qualitative research design. Data were collected through in-depth interviews and observations involving four informants selected using a purposive sampling technique. The results showed that the management of pharmaceutical supplies and medical consumable materials at UPTD Daik Community Health Center had generally been implemented in accordance with the applicable regulations. The planning process was carried out based on drug utilization data, disease patterns, patient visits, and the Drug Requirement Plan (Rencana Kebutuhan Obat/RKO). The processes of requesting, receiving, storage, distribution, inventory control, monitoring, and evaluation had been implemented according to established procedures. Storage management had applied the First Expired, First Out (FEFO) and First In, First Out (FIFO) principles, accompanied by routine monitoring of storage temperature and expiration dates. The study concluded that the management of pharmaceutical supplies and medical consumable materials at UPTD Daik Community Health Center has been implemented well. However, improvements are still required in planning, strengthening the information system, improving facilities and infrastructure, enhancing data quality, and strengthening inter-unit coordination to support the effectiveness and efficiency of pharmaceutical logistics management.