Asuhan Kebidanan Berkelanjutan pada Ny. D dengan Menerapkan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) dan Rawat Gabung di RSUD Minas
Quick Access
Institutional Metadata
Abstract
Inisiasi menyusu dini (IMD) dan rawat gabung merupakan bagian penting dari praktik kebidanan berbasis bukti (Evidence Based Practice) yang berkontribusi terhadap peningkatan ikatan ibu dan bayi, kestabilan fisiologis neonatus, serta keberhasilan menyusui eksklusif. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan asuhan kebidanan berkesinambungan pada Ny. D (30 tahun, G2P1A0) dengan fokus pada pelaksanaan IMD dan rawat gabung sejak masa persalinan hingga masa nifas. Asuhan dilakukan di RSUD Minas selama bulan April hingga Julli 2025. Proses IMD dilakukan segera setelah plasenta lahir dan bayi dalam kondisi stabil, dengan meletakkan bayi di dada ibu untuk kontak kulit ke kulit dan membantu proses menyusui dalam satu jam pertama. Rawat gabung dilanjutkan selama perawatan postpartum, dengan edukasi menyusui, pemantauan tanda vital bayi, dan penguatan peran ibu dalam perawatan bayi. Hasil asuhan menunjukkan bahwa pelaksanaan IMD berhasil dilakukan dalam satu jam pertama setelah persalinan dan ibu mampu menyusui secara efektif. Rawat gabung memberikan dampak positif terhadap keterikatan ibu-anak, kestabilan suhu tubuh bayi, serta peningkatan produksi ASI. Ibu menunjukkan pemahaman dan keterlibatan yang baik dalam perawatan bayi. Dengan demikian, IMD dan rawat gabung terbukti efektif sebagai intervensi kebidanan berbasis bukti yang mendukung keberhasilan menyusui dan kesehatan ibu serta bayi secara menyeluruh. Saran dari hasil asuhan ini adalah agar tenaga kesehatan, lebih aktif memfasilitasi dan mengedukasi ibu bersalin tentang pentingnya IMD dan rawat gabung, serta menjadikannya sebagai standar pelayanan kebidanan untuk meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan bayi.
Early initiation of breastfeeding (EIBF) and rooming-in are essential components of evidence-based midwifery practice that contribute to enhanced mother-infant bonding, neonatal physiological stability, and the success of exclusive breastfeeding. This study aims to implement continuity of midwifery care for Mrs. D (30 years old, G2P1A0), focusing on the application of EIBF and rooming-in from labor to the postpartum period. The care was provided at RSUD Minas from April to July 2025. The EIBF process was carried out immediately after placental delivery when the baby was stable, by placing the baby on the mother’s chest for skin-to-skin contact and assisting breastfeeding within the first hour. Rooming-in continued during postpartum care, including breastfeeding education, monitoring of the baby’s vital signs, and strengthening the mother’s role in newborn care. The results showed that EIBF was successfully implemented within the first hour after delivery, and the mother was able to breastfeed effectively. Rooming-in had a positive impact on mother-infant attachment, neonatal temperature regulation, and increased breast milk production. The mother demonstrated good understanding and active involvement in newborn care. Therefore, EIBF and rooming-in are proven to be effective evidence-based midwifery interventions that support successful breastfeeding and promote overall maternal and infant health. The recommendation from this midwifery care is that healthcare providers should be more proactive in facilitating and educating postpartum mothers about the importance of early initiation of breastfeeding (EIBF) and rooming-in, and establish these practices as standard midwifery care to improve the quality of maternal and infant health.