KTI

Asuhan Kebidanan Berkesinambungan (Continuity Of Care ) Pada Ny.D Di UPT Puskesmas Gajah Mada Tembilahan Kab.Indragiri Hilir.

person Zulhulaifah
calendar_today 2024
school Profesi Bidan

Institutional Metadata

Student ID 22702020
Study Program
Profesi Bidan
Faculty Fakultas Kebidanan
Thesis Type KTI
Supervisor Bd.Islah Wahyuni, SSiT, M.Biomed
Upload Date 20 October 2026
Keywords
Asuhan Kebidanan Berkesinambungan

Abstract

Target Sustainable Development Goals (SDGs) pada tahun 2030 salah satunya yaitu menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) hingga di bawah 70 per 100.000 kelahiran hidup dan mengakhiri kematian bayi yang dapat dicegah, dengan menurunkan Angka Kematian Neonatal (AKN) hingga 12 per 1.000 KH. Strategi pencapaian tujuan tersebut dengan salah satu pembinaan tujuan dan pencapaian target yaitu peningkatan kesehatan maternal meliputi, kesehatan ibu hamil, melahirkan, dan nifas (WHO, 2019). Indikator tercapainya target tersebut, AKI , AKN dan AKB menurun serta akseptor Keluarga Berencana (KB) meningkat. Keadaan ibu yang fisiologis saat hamil diharapkan berkelanjutan sampai masa nifas berakhir. Kondisi tersebut akan tercapai apabila pelayanan kesehatan bagi ibu memadai dan berkualitas(Kemenkes RI, 2015). Jumlah AKI di Indonesia pada tahun 2020 yang di himpun daripencatatan program kesehatan keluarga di Kementrian Kesehatan masih menunjukkan peningkatan ebanyak 4.627 kematian. Jumlah tersebut mengalami peningkatan dibandingkan pada tahun 2019.sebanyak 4.221 kematian . Tren kematian anak dari tahun ketahun menunjukkan penurunan. Jumlah kematian balita pada tahun 2021 sebanyak 27.566 kematian balita, menurun dibandingkan tahun 2020, yaitu sebanyak 28.158 kematian. Dari seluruh kematian balita, 73,1% diantaranya terjadi pada masa neonatal (20.154 kematian). Dari seluruh kematian neonatal yang dilaporkan, sebagian besar diantaranya (79,1%) terjadi pada usia 0-6 hari, sedangkan kematian pada usia 7-28 harisebesar 20,9%. (Kemenkes RI, 2021)

Target Sustainable Development Goals (SDGs) pada tahun 2030 salah satunya yaitu menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) hingga di bawah 70 per 100.000 kelahiran hidup dan mengakhiri kematian bayi yang dapat dicegah, dengan menurunkan Angka Kematian Neonatal (AKN) hingga 12 per 1.000 KH. Strategi pencapaian tujuan tersebut dengan salah satu pembinaan tujuan dan pencapaian target yaitu peningkatan kesehatan maternal meliputi, kesehatan ibu hamil, melahirkan, dan nifas (WHO, 2019). Indikator tercapainya target tersebut, AKI , AKN dan AKB menurun serta akseptor Keluarga Berencana (KB) meningkat. Keadaan ibu yang fisiologis saat hamil diharapkan berkelanjutan sampai masa nifas berakhir. Kondisi tersebut akan tercapai apabila pelayanan kesehatan bagi ibu memadai dan berkualitas(Kemenkes RI, 2015). Jumlah AKI di Indonesia pada tahun 2020 yang di himpun daripencatatan program kesehatan keluarga di Kementrian Kesehatan masih menunjukkan peningkatan ebanyak 4.627 kematian. Jumlah tersebut mengalami peningkatan dibandingkan pada tahun 2019.sebanyak 4.221 kematian . Tren kematian anak dari tahun ketahun menunjukkan penurunan. Jumlah kematian balita pada tahun 2021 sebanyak 27.566 kematian balita, menurun dibandingkan tahun 2020, yaitu sebanyak 28.158 kematian. Dari seluruh kematian balita, 73,1% diantaranya terjadi pada masa neonatal (20.154 kematian). Dari seluruh kematian neonatal yang dilaporkan, sebagian besar diantaranya (79,1%) terjadi pada usia 0-6 hari, sedangkan kematian pada usia 7-28 harisebesar 20,9%. (Kemenkes RI, 2021)

Available Document Assets

article
Abstract Ready for download

Research Snapshot

2024 • Fakultas Kebidanan

Asuhan Kebidanan Berkesinambungan (Continuity Of Care ) Pada Ny.D Di UPT Puskesmas Gajah Mada Tembilahan Kab.Indragiri Hilir.

Zulhulaifah
contact_support