KTI

Asuhan Kebidanan Berkesinambungan Pada Ny.N di Puskesmas Gajah Mada

person Melda Yulianti
calendar_today 2024
school Profesi Bidan

Institutional Metadata

Student ID 22702005
Study Program
Profesi Bidan
Faculty Fakultas Kebidanan
Thesis Type KTI
Supervisor Bdn. Desi Nindya Kirana, SST.M.Kes
Upload Date 19 October 2026
Keywords
Asuhan Kebidanan Berkesinambungan

Abstract

Angka kematian ibu (AKI) merupakan salah satu indikator untuk melihat keberhasilan upaya kesehatan ibu. AKI adalah rasio kematian ibu selama masa kehamilan, persalinan dan nifas yang disebabkan oleh kehamilan, persalinan dan nifas atau pengelolaannya tetapi bukan karena seba-sebab lain seperti kecelakaan atau terjatuh di setiap 100.000 kelahiran hidup. AKI pada tahun 2015 menunjukkan bahwa terdapat 305 kasus kematin ibu per 100.000 kelahiran hidup. Meskipun terjadi penurunan, angka tersebut tidak berhasil mencapai target MDGs yang harus dicapai yaitu sebesar 102 per 100.000 kelahiran hidup. Data diatas memperlihatkan angka kematian ibu tiga kali lipat dibanding target MDGs (Kemenkes RI, 2019). Angka kematian bayi (AKB) pada periode yang sama adalah 24 kematian per 1.000 kelahiran hidup, artinya 1 dari 42 anak meninggal sebelum ulang tahun pertamanya. Berbagai faktor risiko kematian bayi dan anak dipengaruhi oleh karakteristik ibu dan anak dan keadaan kelahiran. Secara umum, peluang anak meninggal akan lebih tinggi pada anak yang dilahirkan oleh ibu yang berumur terlalu muda atau terlalu tua, dilahirkan dengan jarak antar kelahiran yang pendek, atau dilahirkan oleh ibu dengan paritas yang tinggi. Tigapuluh dua persen kelahiran berada pada risiko yang tidak dapat dihindari, yaitu mereka yang lahir sebagai anak pertama dan wanita berumur antara 18 dan 34 tahun. Tiga puluh satu persen kelahiran memiliki faktor risiko tunggal. Sembilan persen dengan risiko tinggi ganda. Maka dari itu diperlukan pendidikan kesehatan dan informasi yang akurat dalam bentuk asuhan kebidanan yang komperhensif (Kemenkes RI, 2018).

Angka kematian ibu (AKI) merupakan salah satu indikator untuk melihat keberhasilan upaya kesehatan ibu. AKI adalah rasio kematian ibu selama masa kehamilan, persalinan dan nifas yang disebabkan oleh kehamilan, persalinan dan nifas atau pengelolaannya tetapi bukan karena seba-sebab lain seperti kecelakaan atau terjatuh di setiap 100.000 kelahiran hidup. AKI pada tahun 2015 menunjukkan bahwa terdapat 305 kasus kematin ibu per 100.000 kelahiran hidup. Meskipun terjadi penurunan, angka tersebut tidak berhasil mencapai target MDGs yang harus dicapai yaitu sebesar 102 per 100.000 kelahiran hidup. Data diatas memperlihatkan angka kematian ibu tiga kali lipat dibanding target MDGs (Kemenkes RI, 2019). Angka kematian bayi (AKB) pada periode yang sama adalah 24 kematian per 1.000 kelahiran hidup, artinya 1 dari 42 anak meninggal sebelum ulang tahun pertamanya. Berbagai faktor risiko kematian bayi dan anak dipengaruhi oleh karakteristik ibu dan anak dan keadaan kelahiran. Secara umum, peluang anak meninggal akan lebih tinggi pada anak yang dilahirkan oleh ibu yang berumur terlalu muda atau terlalu tua, dilahirkan dengan jarak antar kelahiran yang pendek, atau dilahirkan oleh ibu dengan paritas yang tinggi. Tigapuluh dua persen kelahiran berada pada risiko yang tidak dapat dihindari, yaitu mereka yang lahir sebagai anak pertama dan wanita berumur antara 18 dan 34 tahun. Tiga puluh satu persen kelahiran memiliki faktor risiko tunggal. Sembilan persen dengan risiko tinggi ganda. Maka dari itu diperlukan pendidikan kesehatan dan informasi yang akurat dalam bentuk asuhan kebidanan yang komperhensif (Kemenkes RI, 2018).

Available Document Assets

article
Abstract Ready for download

Research Snapshot

2024 • Fakultas Kebidanan

Asuhan Kebidanan Berkesinambungan Pada Ny.N di Puskesmas Gajah Mada

Melda Yulianti
contact_support