Asuhan Kebidanan Pada Bayi Ny. Y dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) di PMB Hj. Winalti, SST
Quick Access
Institutional Metadata
Abstract
Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) merupakan salah satu penyebab utama tingginya angka kesakitan dan kematian pada bayi baru lahir. BBLR terjadi ketika bayi lahir dengan berat kurang dari 2.500 gram, baik cukup bulan maupun prematur. Studi kasus ini bertujuan untuk memberikan asuhan kebidanan pada bayi Ny. Y dengan BBLR melalui pendekatan metode Kangaroo Mother Care (KMC) sebagai upaya non-farmakologis yang efektif, murah, dan mudah diterapkan. Pelaksanaan asuhan dilakukan sebanyak 4 kali selama 2 minggu di PMB Hj. Winalti, SST. Intervensi yang diberikan meliputi edukasi kepada ibu mengenai manfaat dan cara pelaksanaan KMC, pemantauan suhu tubuh dan berat badan bayi, serta dukungan terhadap praktik menyusui eksklusif. Hasil asuhan menunjukkan adanya peningkatan suhu tubuh yang stabil, kenaikan berat badan bayi, serta peningkatan kedekatan emosional antara ibu dan bayi. Bayi menunjukkan kondisi klinis yang membaik dan ibu mampu melanjutkan praktik KMC secara mandiri di rumah. Asuhan kebidanan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kondisi bayi BBLR dan dapat dijadikan salah satu strategi perawatanbayi dengan berat badan rendah.
Low Birth Weight (LBW) is one of the leading causes of high morbidity and mortality rates among newborns. LBW occurs when a baby is born weighing less than 2,500 grams, either at term or prematurely. This case study aims to provide midwifery care for Mrs. Y’s baby with LBW using the Kangaroo Mother Care (KMC) method, a non-pharmacological approach that is effective, affordable, and easy to implement. The care was carried out four times over a two-week period at PMB Hj. Winalti, SST. Interventions included educating the mother about the benefits and implementation of KMC, monitoring the baby's body temperature and weight, and supporting exclusive breastfeeding practices. The results of the care showed an improvement in body temperature stability, weight gain, and enhanced emotional bonding between mother and baby. The baby demonstrated improved clinical conditions, and the mother was able to continue KMC independently at home. This midwifery care approach proved effective in improving the condition of LBW infants and can be considered a viable strategy for managing low birth weight babies.