Asuhan Kebidanan Pada Ny. D Dengan Masalah Produksi ASI di PMB Bd. Henni Afrina, S.Keb
Quick Access
Institutional Metadata
Abstract
Air Susu Ibu (ASI) merupakan sumber makanan terbaik bagi bayi. Banyak ibu nifas yang mengalami permasalahan dalam memberikan ASI. Salah satunya produksi ASI yang tidak lancar yang dapat mempengaruhi pemenuhan nutrisi bayi. Asuhan yang dapat meningkatkan produksi ASI adalah pijat oksitosin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efektivitas pijat oksitosin dalam meningkatkan produksi ASI pada ibu nifas di Praktik Mandiri Bidan (PMB) Bd. Henni Afrina, S.Keb. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan SOAP pada satu responden yaitu Ny. D P5A0H4 dengan produksi ASI tidak lancar pada hari ketiga masa nifas. Intervensi pijat oksitosin dilakukan selama 4 hari berturut-turut, dengan frekuensi 2 kali sehari dan durasi 15 menit setiap sesi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan produksi ASI yang signifikan. Hal ini ditandai dengan payudara yang terasa penuh dan tegang sebelum menyusui, ASI yang keluar tanpa perlu dipencet, peningkatan frekuensi menyusu bayi dari 10 kali menjadi 11 kali dalam sehari, frekuensi buang air kecil bayi lebih dari 6 kali sehari, buang air besar bayi sebanyak 3 kali dengan warna kekuningan, dan bayi tidur nyenyak setelah menyusu. Penelitian ini merekomendasikan agar tenaga kesehatan untuk mengintegrasikan pijat oksitosin dalam asuhan kebidanan bagi ibu nifas dengan masalah produksi ASI tidak lancar.
Breast Milk is the best source of nutrition for babies. many postpartum mothers experience breastfeeding difficulties. One of the issues is inadequate breast milk production, which can affect the baby’s nutritional intake. One intervention that can enhance breast milk production is oxytocin massage. This study was to evaluate the effectiveness of oxytocin massage in improving breast milk production among postpartum mothers at the Independent Midwifery Practice (PMB) of Bd. Henni Afrina, S.Keb. The research method employed was a case study with a SOAP approach on one respondent, Mrs. D P5A0H4, who experienced insufficient breast milk production on the third day of the postpartum period. Oxytocin massage intervention was conducted for four consecutive days, with a frequency of twice daily and a duration of 15 minutes per session. The results demonstrated a significant increase in breast milk production. This was indicated by breasts feeling full and tense before breastfeeding, milk flowing without the need for expression, an increase in the baby's feeding frequency from 10 to 11 times per day, the baby passed urine more than six times a day, the baby defecated three times with yellowish-colored feces and the baby sleeping soundly after feeding. This study recommends that healthcare providers integrate oxytocin massage into midwifery care for postpartum mothers experiencing insufficient breast milk production.