Asuhan Kebidanan Pada Ny. M Dengan Luka Perineum Menggunakan Daun Binahong Pada Masa Postpartum di PMB Bd. Silvi Ayu, S.Keb
Quick Access
Institutional Metadata
Abstract
Perawatan luka perineum pada masa postpartum penting dilakukan untuk mencegah infeksi dan mempercepat penyembuhan. Salah satu alternatif terapi non-farmakologis yang digunakan adalah air rebusan daun binahong yang mengandung flavonoid, saponin, dan asam askorbat. Studi kasus ini bertujuan untuk memberikan asuhan kebidanan pada Ny. M P3A0H3 postpartum dengan luka perineum derajat II di PMB Bd. Silvi Ayu, S.Keb. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan SOAP selama 5 hari (12-16 Juni 2025). Intervensi dilakukan melalui edukasi, demonstrasi cara merebus dan menggunakan air rebusan daun binahong, serta pengawasan selama lima hari berturut-turut. Hasil implementasi menunjukkan adanya penurunan nyeri, luka menjadi kering tanpa tanda infeksi, dan ibu mampu merawat luka secara mandiri. Diskusi menunjukkan bahwa kandungan daun binahong berperan dalam mempercepat penyembuhan luka. Keterbatasan penelitian ini meliputi waktu pemantauan singkat, tidak adanya kelompok pembanding, dan ketergantungan pada kepatuhan ibu. Meskipun demikian, terapi ini dinilai efektif, mudah diterapkan, serta meningkatkan kenyamanan dan kemandirian ibu. Studi ini diharapkan menjadi referensi bagi praktik kebidanan dan penelitian lebih lanjut.
Perineal wound care during the postpartum period is essential to prevent infection and accelerate healing. One non-pharmacological alternative therapy is the use of boiled binahong leaves, which contain flavonoids, saponins, and ascorbic acid. This case study aims to provide midwifery care for Mrs. M (P3A0H3) with a second-degree perineal wound in the postpartum period at PMB Bd. Silvi Ayu, S.Keb. The implementation method used the SOAP approach during (12-16 June 2025). Interventions included education, demonstrations on how to boil and use the binahong leaf decoction, and monitoring over five consecutive days. Results showed reduced pain, dry wounds with no signs of infection, and the mother’s ability to perform self-care independently. The discussion highlighted that the active compounds in binahong leaves support tissue regeneration and healing. Limitations included a short monitoring period, lack of a comparison group, and reliance on maternal adherence. Nevertheless, this therapy is effective, practical, and improves maternal comfort and independence. The study is expected to serve as a reference for midwifery practice and future research.