Asuhan Kebidanan Pada Ny. S Masa Hamil Sampai Dengan Masa Keluarga Berencana Di Pmb Zulfi Hastuti, Amd. Keb
Quick Access
Institutional Metadata
Abstract
Derajat kesehatan masyarakat dinilai dengan menggunakan beberapa indikator salah satunya angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB), di Indonesia masih sangat tinggi di bandingkan dengan negara ASEAN lainnya. Angka Kematian Ibu (AKI) adalah rasio kematian ibu selama masa kehamilan, persalinan dan nifas yang disebabkan oleh kehamilan, persalinan, dan nifas atau pengelolaannya bukan karena sebab lain seperti kecelakaan atau terjatuh di setiap 100.000 kelahiran hidup (Kemenkes, 2019). Angka Kematian Ibu (AKI) di Provinsi Riau tahun 2019 adalah sebanyak 125 kematian ibu, dengan rincian kematian ibu hamil sebanyak 31 orang, kematian ibu bersalin 35 orang dan kematian ibu dimasa nifas 59 orang. Kematian pada ibu hamil di Pekanbaru yakni 4 orang, kematian ibu bersalin di Pekanbaru 5 orang, dan kematian pada ibu nifas di Pekanbaru 4 orang. Penyebab kematian ibu hamil terbanyak adalah perdarahan sebanyak 41%, hipertensi dalam kehamilan sebanyak 32%, gangguan sistem peredaran darah sebanyak 8?n gangguan metabolic sebanyak 3?n infeksi 5%. (Dinkes Riau, 2019) Angka Kematian Bayi (AKB) adalah jumlah penduduk yang meninggal sebelum mencapai usia satu tahun. Penyebab terbanyak dari kematian bayi baru lahir Riau adalah karena berat badan lahir rendah (BBLR) yaitu sebanyak 140 kematian. Berat badan lahir rendah (BBLR) adalah bayi yang dilahirkan memiliki berat badan kurang dari 2500 gram. Berat badan saat lahir merupakan satu-satunya factor penentu keseatan seseorang. Selain BBLR penyebab lain kematian neonatal yaitu karena asfiksia 92 bayi, sepsis 5 bayi, tetanus neonaturum 1 bayi dan kelainan bawaan 39 bayi serta karena penyebab lainnya sekitar 126 bayi. (Dinkes Riau,2019)