Asuhan Kebidanan Pada NY.A Masa Hamil sampai dengan KB di PMB Bdn. Islah Wahyuni, SSiT,M. Biomed
Quick Access
Institutional Metadata
Abstract
Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator untuk melihat keberhasilan upaya kesehatan ibu. Menurut Profil Kesehatan Indonesia, tahun 2022 jumlah kematian ibu yang dihimpun dari pencatatan program kesehatan keluarga di Kementerian Kesehatan meningkat setiap tahun, tetapi menurun pada tahun 2022. Jumlah kematian pada tahun 2022 menunjukkan 3.572 kematian di Indonesia terjadi penurunan dibandingkan tahun 2021 sebesar 7.389 kematian. Berdasarkan penyebab, sebagian besar kematian ibu pada tahun 2022 disebabkan oleh perdarahan sebanyak 741 kasus, hipertensi dalam kehamilan sebanyak 801 kasus, jantung 232 kasus, infeksi 175 kasus, gangguan sistem peredaran darah 27 kasus, kehamilan ektopik 19 kasus, dan lain-lain sebanyak 1.504 kasus (Kementerian Kesehatan RI, 2022). Angka Kematian Bayi (AKB) dari tahun ke tahun menunjukkan penurunan. Data yang dilaporkan kepada Direktorat Gizi Kesehatan Ibu dan Anak menunjukkan jumlah kematian balita pada tahun 2022 sebanyak 21.447 kematian. Jumlah ini cukup jauh menurun dari jumlah kematian balita pada tahun 2021 sebanyak 27.566 kematian. Sebagian besar kematian terjadi pada masa neonatal (0-28 hari) sebanyak 18.281 kematian (75,5% kematian bayi usia 0-7 hari dan 24,5% kematian bayi usia 8-28 hari). Sementara kematian pada masa post neonatal (29 hari-11 bulan) sebanyak 2.446 kematian, dan kematian pada usia 12- 59 bulan sebanyak 720 kematian (Kementerian Kesehatan RI, 2022).
Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator untuk melihat keberhasilan upaya kesehatan ibu. Menurut Profil Kesehatan Indonesia, tahun 2022 jumlah kematian ibu yang dihimpun dari pencatatan program kesehatan keluarga di Kementerian Kesehatan meningkat setiap tahun, tetapi menurun pada tahun 2022. Jumlah kematian pada tahun 2022 menunjukkan 3.572 kematian di Indonesia terjadi penurunan dibandingkan tahun 2021 sebesar 7.389 kematian. Berdasarkan penyebab, sebagian besar kematian ibu pada tahun 2022 disebabkan oleh perdarahan sebanyak 741 kasus, hipertensi dalam kehamilan sebanyak 801 kasus, jantung 232 kasus, infeksi 175 kasus, gangguan sistem peredaran darah 27 kasus, kehamilan ektopik 19 kasus, dan lain-lain sebanyak 1.504 kasus (Kementerian Kesehatan RI, 2022). Angka Kematian Bayi (AKB) dari tahun ke tahun menunjukkan penurunan. Data yang dilaporkan kepada Direktorat Gizi Kesehatan Ibu dan Anak menunjukkan jumlah kematian balita pada tahun 2022 sebanyak 21.447 kematian. Jumlah ini cukup jauh menurun dari jumlah kematian balita pada tahun 2021 sebanyak 27.566 kematian. Sebagian besar kematian terjadi pada masa neonatal (0-28 hari) sebanyak 18.281 kematian (75,5% kematian bayi usia 0-7 hari dan 24,5% kematian bayi usia 8-28 hari). Sementara kematian pada masa post neonatal (29 hari-11 bulan) sebanyak 2.446 kematian, dan kematian pada usia 12- 59 bulan sebanyak 720 kematian (Kementerian Kesehatan RI, 2022).