Asuhan Kebidanan Pada Ny.J Masa Hamil sampai dengan KB di PMB Bd. Henni Afrina S.Keb
Quick Access
Institutional Metadata
Abstract
Angka Kematian Ibu (AKI) di seluruh dunia menurut World Health Organization (WHO) tahun 2020 menjadi 295.000 kematian dengan penyebab kematian ibu adalah tekanan darah tinggi selama kehamilan (pre- eklamsia dan eklamsia) pendarahan, infeksi postpartum, dan aborsi yang tidak aman (WHO 2021). Menurut data Asean AKI tertinggi berada di Myanmar sebesar 282.000/100.000 KH tahun 2020 dan AKI yang terendah dapat di Singapura tahun 2020 tidak ada kematian ibu Singapura (Asean, 2021). Di Indonesia jumlah AKI pada tahun 2020 menunjukkan 4.627 kasus kematian sebagian besar penyebab kematian ibu disebabkan oleh penyebab lain-lain sebesar 34,2%, perdarahan sebesar 28,7%, hipertensi dalam kehamilan besar 23,9% dan infeksi sebesar 4,6% Menurut hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI). Penyebab kematian ibu secara umum yaitu perdarahan preeklamsia atau eklamsi dan infeksi. Penyebab kematian ibu terbagi menjadi menjadi dua yaitu penyebab secara langsung dan penyebab tidak langsung, penyebab langsung kematian ibu adalah eklamsi 50% perdarahan 16,7% infeksi nifas 16,7% serta penyebab obsetric lain 16,7. sedangkan penyebab tidak langsung meliputi tingkat pendidikan, kondisi lingkungan dan tingkat pelayanan kesehatan bagi ibu hamil bersalin dan nifas (Fatkhiyah. dkk, 2020)
Angka Kematian Ibu (AKI) di seluruh dunia menurut World Health Organization (WHO) tahun 2020 menjadi 295.000 kematian dengan penyebab kematian ibu adalah tekanan darah tinggi selama kehamilan (pre- eklamsia dan eklamsia) pendarahan, infeksi postpartum, dan aborsi yang tidak aman (WHO 2021). Menurut data Asean AKI tertinggi berada di Myanmar sebesar 282.000/100.000 KH tahun 2020 dan AKI yang terendah dapat di Singapura tahun 2020 tidak ada kematian ibu Singapura (Asean, 2021). Di Indonesia jumlah AKI pada tahun 2020 menunjukkan 4.627 kasus kematian sebagian besar penyebab kematian ibu disebabkan oleh penyebab lain-lain sebesar 34,2%, perdarahan sebesar 28,7%, hipertensi dalam kehamilan besar 23,9% dan infeksi sebesar 4,6% Menurut hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI). Penyebab kematian ibu secara umum yaitu perdarahan preeklamsia atau eklamsi dan infeksi. Penyebab kematian ibu terbagi menjadi menjadi dua yaitu penyebab secara langsung dan penyebab tidak langsung, penyebab langsung kematian ibu adalah eklamsi 50% perdarahan 16,7% infeksi nifas 16,7% serta penyebab obsetric lain 16,7. sedangkan penyebab tidak langsung meliputi tingkat pendidikan, kondisi lingkungan dan tingkat pelayanan kesehatan bagi ibu hamil bersalin dan nifas (Fatkhiyah. dkk, 2020)