Asuhan Kebidanan Pada Ny.n Masa Hamil Sampai Dengan Masa Keluarga Berencana Di Pmb Hj. Zurrahmi, Sst, Skm
Quick Access
Institutional Metadata
Abstract
Derajat kesehatan masyarakat dinilai dengan menggunakan beberapa indikator salah satunya angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB), di Indonesia masih sangat tinggi di bandingkan dengan negara ASEAN lainnya. Berdasarkan data dari Kemenkes RI, AKI telah mengalami penurunan dari sebesar 346 kematian menjadi 305 kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup. Jumlah kematian ibu tahun 2016 berjumlah 4.912 jiwa, dan tahun 2017 berjumlah 4.167 jiwa. Target-target Sustainable Development Goals (SDGs) global, penurunan AKI menjadi kurang dari 70 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2030 (Kemenkes RI, 2018). AKI di Riau pada tahun 2019 adalah 125/100.000 kelahiran hidup mengalami penurunan dibandingkan tahun 2015 yaitu 111/100.000 kelahiran hidup (Dinkes Provinsi Riau, 2019). Keberhasilan upaya kesehatan ibu, diantaranya dapat dilihat dari indikator AKI dan AKB merupakan tolak ukur dalam menilai kesehatan suatu bangsa, oleh sebab itu pemerintah berupaya keras menurunkan AKI dan AKB melalui program Standar Pelayanan Minimal 10T, Pendekatan Keluarga dan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Kemenkes RI, 2018). Salah satu upaya yang dilakukan untuk penurunan AKI & AKB dapat di laksanakan melalui asuhan pada ibu hamil, asuhan ibu bersalin, asuhan nifas, BBL dan KB. Asuhan ini dilaksanakan secara berkesinambungan (continuity ofcare). Continuity of care (COC) adalah perawatan yang berkesinambungan, dimana bidan bertanggung jawab dalam kemitraan dengan wanita selama kehamilan, persalinan dan periode post partum dan untuk melakukan kelahiran merupakan tanggung jawab bidan untuk memberikan perawatan pada bayi baru lahir (Ningsih, 2017).