KTI

Asuhan Keperawatan Anak Dengan Masalah Gangguan Integritas Kulit Membran Mukosa Oral Melalui Penerapan Berkumur Menggunakan Larutan Madu Pada Anak Kemoterapi Di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau

person Suryani
calendar_today 2025
school Profesi Ners

Institutional Metadata

Student ID 24501117
Study Program
Profesi Ners
Faculty Fakultas Keperawatan
Thesis Type KTI
Supervisor Ns. Dini Maulinda, M.Kep
Upload Date 15 October 2026
Keywords
Larutan Madu Mukosa Oral Kemoterapi

Abstract

Anak yang menjalani kemoterapi sering mengalami masalah mukositis. Munculnya masalah gangguan integritas kulit mukositis akan berdampak anak menjadi sulit menelan dan nyeri sehingga dapat mengambat proses pengobatan kanker. Studi kasus ini bertujuan untuk menerapkan berkumur dengan larutan madu untuk mengatasi masalah keperawatan gangguan integritas kulit dalam asuhan keperawatan. Pelaksanaan studi kasus ini dilakukan dibulan Januari 2025, diRuangan Anggrek RSUD Arifin Achmad Pekanbaru dengan subjektif data partisipan. Kriteria inkluasi subjektif anak yang berusia 6-18 tahun yang mendapatkan kemoterapi dan tidak mendapatkan obat mukositis. Anak mampu berkumur dengan larutan madu. Alat yang digunakan dalam studi kasus ini adalah instrumen Oral Assessment Guide (OAG) dan larutan madu multiflora sebanyak 50 ml yang di berikan 1 kali sehari. Pemberian kumur madu dilakukan selama 3 hari yang dimulai sejak 1 hari sebelum kemoterapi hingga 1 hari setelah kemoterapi selesai. Hasil Pada kasus 1 sebelum dilakukan penerapan berkumur dengan larutan madu didapatkan nilai OAG 12, setelah dilakukan penerapan nilai OAG menjadi 8. Pada kasus 2 sebelum dilakukan penerapan berkumur dengan larutan madu didapatkan nilai OAG 14, setelah dilakukan penerapan nilai OAG menjadi 9. Kondisi pasien yang mendapatkan obat kemoterapi beresiko timbulnya mukositis dengan obat Etoposio dan obat Daunocin kemoterapi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terapi berkumur menggunakan larutan madu memberikan pengaruh yang signifikan dalam mengurangi ketidaknyamanan pada membran mukosa oral anak yang menjalani kemoterapi.

Children undergoing chemotherapy often experience mucositis. The emergence of mucosal integrity disturbances due to mucositis can lead to pain and difficulty swallowing, thereby potentially hindering the cancer treatment process. This case study aims to implement honey gargle therapy to address the nursing problem of impaired mucosal integrity. The study was conducted in January 2025 in the Anggrek Ward of Arifin Achmad Regional Hospital, Pekanbaru, using subjective data from participants. Inclusion criteria consisted of children aged 6–18 years undergoing chemotherapy who were not receiving any mucositis medication and were able to gargle with honey solution. The instruments used in this case study included the Oral Assessment Guide (OAG) and 50 ml of multiflora honey solution, administered once daily. The honey gargle was given for 3 consecutive days, starting one day before chemotherapy and continuing until one day after chemotherapy ended. In Case 1, the OAG score before the intervention was 12, which decreased to 8 after the honey gargle therapy. In Case 2, the OAG score was initially 14 and decreased to 9 after the intervention. The children receiving chemotherapy agents such as Etoposide and Daunorubicin were at risk of developing mucositis. The results indicate that gargling with honey solution had a significant impact in reducing discomfort in the oral mucosa of children undergoing chemotherapy.

Available Document Assets

article
Abstract Ready for download

Research Snapshot

2025 • Fakultas Keperawatan

Asuhan Keperawatan Anak Dengan Masalah Gangguan Integritas Kulit Membran Mukosa Oral Melalui Penerapan Berkumur Menggunakan Larutan Madu Pada Anak Kemoterapi Di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau

Suryani
contact_support