ASUHAN KEPERAWATAN GAWAT DARURAT TN. S DENGAN MASALAH KEPERAWATAN RESIKO GANGGUAN PERFUSI JARINGAN PERIFER PADA PASIEN FRAKTUR FEMUR DIRUANG KAMAR OPERASI RS. SANTA MARIA PEKANBARU
Institutional Metadata
Abstract
Fraktur adalah rusak atau terputusnya struktur tulang atau tulang rawan baik secara total maupun sebagian atau diskontinuitas tulang yang disebabkan oleh gaya yang melebihi elastisitas tulang. Akibat fraktur dapat terjadi Risiko perfusi perifer tidak efektif adalah diagnosis keperawatan yang didefinisikan sebagai berisiko mengalami penurunan sirkulasi darah pada level kapiler yang dapat mengganggu metabolisme tubuh.tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran nyata dalam pelaksaaan asuhan keperawatan gawat darurat intra operatif dengan masalah keperawatan resiko gangguan perfusi jaringan perifer pada pasien fraktur femur yang dilakukan tindakan operasi di ruang kamar operasi rs. santa maria pekanbaru. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus. Penelitian ini dilakukan di ruang kamar operasi Rs Santa Maria Pekanbaru. Jumlah responden hanya dilakukan pada 1 responden, pada bulan Juni 2026. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa tujuan keperawatan untuk mempertahankan perfusi jaringan perifer telah tercapai selama periode intraoperatif. Keberhasilan ini terlihat dari stabilnya parameter hemodinamik pasien, yaitu tekanan darah, frekuensi nadi, dan frekuensi pernapasan yang berada dalam rentang normal. Diharapkan penelitian ini dapat dijadikan bahan evaluasi dan pengetahuan bagi perawat yang bekerja di ruang kamar operasi untuk dapat bekerja dan memberikan implementasi keperawatan.
A fracture is a complete or partial break or rupture of bone or cartilage structure, or a bone discontinuity caused by a force exceeding the bone's elasticity. The risk of ineffective peripheral perfusion is a nursing diagnosis defined as the risk of decreased blood circulation at the capillary level, which can disrupt the body's metabolism. The purpose of this study was to determine the actual situation in the implementation of intraoperative emergency nursing care with the nursing problem of the risk of impaired peripheral tissue perfusion in femur fracture patients undergoing surgery in the operating room at Santa Maria Hospital, Pekanbaru. This study used a case study method. This study was conducted in the operating room at Santa Maria Hospital, Pekanbaru. The number of respondents was only one, in June 2026. The evaluation results showed that the nursing goal of maintaining peripheral tissue perfusion had been achieved during the intraoperative period. This success was evident in the stability of the patient's hemodynamic parameters, namely blood pressure, pulse rate, and respiratory rate, which were within the normal range. It is hoped that this study can serve as evaluation material and knowledge for nurses working in the operating room to be able to work and implement nursing.