Asuhan Keperawatan Gerontik dengan Penerapan Senam Kaki terhadap Peningkatan Perfusi Perifer pada Lansia dengan Diabetes Melitus di Kelurahan Tuah Negeri Kecamatan Tenayan Raya
Quick Access
Institutional Metadata
Abstract
Komplikasi yang paling umum terjadi pada penderita diabetes melitus adalah ulkus kaki diabetik. Indikasi dari amputasi pasien dengan diabetes biasanya dikarenakan ulkus yang tidak dapat sembuh atau sering terjadi gangren dan infeksi yang terjadi secara bersamaan. Hilangnya sensasi pada kaki merupakan salah satu faktor utama resiko terjadinya ulkus. Cara pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk memeriksa sensasi atau mendeteksi terjadinya ulkus kaki diabetik adalah dengan pemeriksaan Ankle Brachial Indeks (ABI), sensitivitas kaki, dan pengisian Capillary Refil Time (CRT). Salah satu aktivitas fisik yang dapat dilakukan untuk meningkatkan perfusi perifer pada penderita diabetes melitus adalah senam kaki. Senam kaki memiliki efek relaksasi pada tubuh dan memastikan aliran darah merata, terutama pada daerah kaki. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan pefusi perifer pada pasien dengan diabetes melitus di RW 02 Kelurahan Tuah Negeri Kecamatan Tenayan Raya. Metode yang digunakan dalam karya ilmiah ini adalah intervensi senam kaki. Sampel penelitian ini adalah pasien yang mengalami diabetes melitus 2 orang. Penelitian dilakukan pada tanggal 2 Desember sampai 7 Desember 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah dilakukan terapi senam kaki gula darah menurun, nilai ABI, sensitivitasi kaki, dan CRT berada pada rentang normal. Saran terkait intervensi kepada penderita diabetes melitus untuk menerapkan senam kaki untuk menurunkan kadar gula darah dan mencegah terjadi ulkus kaki diabetik.
The most common complication in diabetes mellitus patients is diabetic foot ulcers. Indications for amputation in diabetic patients are usually due to ulcers that fail to heal or frequent gangrene and concurrent infections. Loss of sensation in the feet is one of the main risk factors for the occurrence of ulcers. Examination methods that can be used to assess sensation or detect diabetic foot ulcers include Ankle-Brachial Index (ABI) testing, foot sensitivity evaluation, and Capillary Refill Time (CRT) measurement. One physical activity that can help improve peripheral perfusion in diabetes mellitus patients is foot exercises. Foot exercises have a relaxing effect on the body and ensure even blood circulation, particularly in the feet. The purpose of this study is to improve peripheral perfusion in diabetes mellitus patients in RW 02, Tuah Negeri Village, Tenayan Raya District. The method used in this scientific work includes foot exercise interventions. The study sample consisted of two diabetes mellitus patients. The research was conducted from December 2 to December 7, 2024. The results showed that after foot exercise therapy, blood sugar levels decreased, and ABI values, foot sensitivity, and CRT measurements were within normal ranges. Recommendations related to the intervention encourage diabetes mellitus patients to implement foot exercises to reduce blood sugar levels and prevent diabetic foot ulcers.