Asuhan keperawatan keluarga dengan pemberian breathing pranayama (pernapasan Pranayama) Terhadap penderita Hipertensi tidak terkontrol di Kelurahan Rantau Panjang.
Quick Access
Institutional Metadata
Abstract
Hipertensi adalah penyakit yang dapat diturunkan dalam keluarga dan rentan menimbulkan komplikasi. Tujuan terapi hipertensi adalah menormalkan tekanan darah, mengurangi faktor risiko, dan mengendalikan perkembangan penyakit. Pernapasan pranayama merupakan salah satu alternatif non-farmakologis yang dapat membantu menurunkan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pernapasan pranayama terhadap tekanan darah pasien hipertensi di wilayah Kecamatan Rantau Panjang. Asuhan keperawatan ini dilakukan secara kuantitatif menggunakan desain pra-eksperimental dengan metode *pre-test* dan *post-test* tanpa kelompok kontrol. Sampel penelitian terdiri dari 6 orang dengan hipertensi yang tidak terkontrol (diambil secara *non-probability sampling*); pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar observasi untuk mengukur tekanan darah sebelum dan sesudah intervensi pernapasan. Latihan pernapasan pranayama dilakukan sebanyak 6–10 kali dalam durasi 10–15 menit, dua kali sehari selama satu minggu. Pengukuran tekanan darah dilakukan menggunakan tensimeter digital. Analisis data dilakukan melalui analisis univariat dengan statistik deskriptif dan analisis bivariat menggunakan uji T dependen (*paired T-test*). Hasil intervensi menunjukkan bahwa rata-rata tekanan darah sistolik menurun dari 166,75 ± 14,08 mmHg menjadi 152,00 ± 15,82 mmHg. Rata-rata tekanan darah diastolik juga menurun dari 106,00 ± 9,32 mmHg menjadi 103,00 ± 9,60 mmHg. Terdapat perubahan pada rerata tekanan darah sistolik dan diastolik sebelum dan sesudah intervensi pernapasan. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p sebesar 0,002, yang berarti secara statistik terdapat penurunan tekanan darah yang signifikan sebelum dan sesudah intervensi pernapasan pranayama. Latihan pernapasan pranayama dapat digunakan sebagai alternatif terapi non-farmakologis untuk membantu menurunkan tekanan darah, sehingga perawat dapat menjadikannya sebagai salah satu bentuk intervensi dalam pemberian asuhan keperawatan.
Hypertension is a family disease that is prone to complications. The goal of hypertension therapy is to normalize blood pressure, reduce risk factors and control the development of hypertension. Pranyama breathing is one of the non- pharmacological alternatives that can help lower blood pressure. The purpose of this study is to determine the sbreathing pranayama on the blood pressure of hypertensive patients in the Rantau Panjang sub-district area. This nursing care was carried out quantitatively with a pre-experimental design with pre and post test methods without control.The research sample was 6 people with uncontrolled hypertension non-probability, data collection was carried out using observation sheets to measure blood pressure before and after the pre-intervention breathing intervention. Pranyama breathing exercises are carried out with breathing exercises 6-10 times in 10-15 minutes 2 times a day in 1 week. Blood measurements are done with a digital spygmomanometer. Data analysis was carried out by univariate analysis with descriptive statistics and bivariate analysis with a dependent T test. The results of the research intervention showed that the average systolic blood pressure before and after decreased from 166.75±14,080nmmHg to 152±2515.819 mmHg. The average diastole blood pressure decreased before and after from 106±259.32 mmHg to 103.00±296 mmHg. There was a change in mean systole and diastole blood pressure before and after the pre-intervention breathing intervention. With the results of the independent T test, a p value of 0.002 was obtained, meaning that statistically there was a significant decrease in blood pressure before and after the pranayama breathing intervention. Pranyama breathing exercises can be used as an alternative to non-pharmacological therapy that can help reduce blood pressure so that in providing nursing care, nurses can make pranayama breathing as one of the nursing interventions.