Asuhan Keperawatan Keluarga Dengan Penerapan Terapi Swedish Massage Terhadap Masalah Keperawatan Ketidakefektifan Manajemen Kesehatan Keluarga Pada Lansia Dengan Hipertensi DiRw 02 Kelurahan Rantau Panjang Kecamatan Rumbai Barat
Quick Access
Institutional Metadata
Abstract
Lansia adalah kelompok penduduk yang berumur 60 tahun atau lebih. Lanjut usia menurut UU RI No.13 1998 adalah mereka yang memasuki usia 60 tahun ke atas, Penyakit terbanyak pada lanjut usia adalah hipertensi. Masalah keperawatan yang sering muncul pada lansia dengan hipertensi adalah Perfusi perifer tidak efekif berhubungan dengan peningkatan tekanan darah. Salah satu penanganan non farmakologis pada hipertensi adalah Penerapan Terapi Swedish Massage. Untuk mengatasi ketegangan, kecemasan, stres dan depresi, membantu orang yang mengalami gangguan kualitas tidur menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi esensial, meredakan keluhan sakit kepala dan meningkatkan kualitas hidup. Metode yang digunakan yaitu studi kasus dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan periksaan fisik dilakukan pada tanggal 27- 30 Mei 2024 Di Rw 02 Kelurahan Rantau Panjang. Analisis data menggunakan uji univariat dan uji bivariate dengan uji T-Dependen dengan hasil rata-rata nilai tekanan darah sebelum tindakan sistole 169,20 dan diastole 97, 40 dengan standar devation 19.223 dan. Rata-rata nilai tekanan darah setelah tindakan sistole 144,80 dan diastole 86,80 dengan standar devation 9.534 dengan nilai Pvalue 0,000. Sehingga dapat disimpulkan Ho ditolak, dan terdapat pengaruh signifikan antara tekanan darah seebelum dan setelah pemberian terapi Terapi Swedish Massage
The elderly are a group of residents aged 60 years or more. Elderly according to RI Law No. 13 1998 are those aged 60 years and over. The most common disease in the elderly is hypertension. Nursing problems that often arise in elderly people with hypertension are ineffective peripheral perfusion related to increased blood pressure. One of the non-pharmacological treatments for hypertension is the application of Swedish Massage Therapy. To overcome tension, anxiety, stress and depression, help people who experience sleep quality disorders, reduce blood pressure in essential hypertension patients, relieve complaints of headaches and improve quality of life. The method used is a case study with data collection techniques through interviews, observations and physical examinations carried out on 27-30 May 2024 in Rw 02, Rantau Panjang District. Data analysis used univariate tests and bivariate tests with the T-Dependent test with the average blood pressure value before systole 169.20 and diastole 97.40 with a standard deviation of 19,223 and. The average blood pressure value after systole was 144.80 and diastole 86.80 with a standard deviation of 9.534 with a P value of 0.000. So it can be concluded that Ho is rejected, and there is a significant influence between blood pressure before and after giving Swedish Massage therapy.