Asuhan Keperawatan Pada Anak Dengan Gangguan Menelan Melalui Pemberian Video Visual Untuk Meningkatkan Pengetahuan Dan Keterampilan Caregiver Dalam Pemberian Makanan Enteral Melalui Ngt (Nasogastric Tube) Di Ruang Anggrek Rsud Arifin Achmad Provinsi Riau
Quick Access
Institutional Metadata
Abstract
Gangguan menelan (dysphagia) pada anak merupakan permasalahan kesehatan yang cukup kompleks karena dapat berdampak langsung terhadap pemenuhan kebutuhan nutrisi, pertumbuhan, serta perkembangan anak. Anak dengan gangguan menelan berisiko mengalami malnutrisi, dehidrasi, dan penurunan daya tahan tubuh apabila tidak ditangani secara tepat. Beberapa penelitian menjelaskan bahwa gangguan menelan pada anak sering berkaitan dengan gangguan neurologis, kelainan anatomi, maupun kondisi pasca perawatan intensif yang menyebabkan penurunan fungsi otot-otot menelan (Sari & Asriyani, 2022). Kondisi ini tidak hanya berdampak pada aspek fisiologis anak, tetapi juga memengaruhi kualitas hidup anak dan keluarga secara keseluruhan (Clarke & McGrattan, 2020). Pemberian nutrisi melalui Nasogastric Tube (NGT) merupakan salah satu metode yang paling sering digunakan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi pada anak dengan gangguan menelan. Nutrisi enteral melalui NGT dinilai lebih aman dan efektif dibandingkan nutrisi parenteral karena mempertahankan fungsi fisiologis saluran cerna. Namun demikian, penggunaan NGT juga memiliki risiko komplikasi apabila prosedur pemberian makan tidak dilakukan secara benar, seperti aspirasi, regurgitasi, obstruksi selang, dan infeksi. Oleh karena itu, pemberian nutrisi enteral melalui NGT membutuhkan keterampilan yang baik dan pemahaman yang memadai dari caregiver agar dapat dilakukan secara aman dan efektif (Tume et al., 2020).
Gangguan menelan (dysphagia) pada anak merupakan permasalahan kesehatan yang cukup kompleks karena dapat berdampak langsung terhadap pemenuhan kebutuhan nutrisi, pertumbuhan, serta perkembangan anak. Anak dengan gangguan menelan berisiko mengalami malnutrisi, dehidrasi, dan penurunan daya tahan tubuh apabila tidak ditangani secara tepat. Beberapa penelitian menjelaskan bahwa gangguan menelan pada anak sering berkaitan dengan gangguan neurologis, kelainan anatomi, maupun kondisi pasca perawatan intensif yang menyebabkan penurunan fungsi otot-otot menelan (Sari & Asriyani, 2022). Kondisi ini tidak hanya berdampak pada aspek fisiologis anak, tetapi juga memengaruhi kualitas hidup anak dan keluarga secara keseluruhan (Clarke & McGrattan, 2020). Pemberian nutrisi melalui Nasogastric Tube (NGT) merupakan salah satu metode yang paling sering digunakan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi pada anak dengan gangguan menelan. Nutrisi enteral melalui NGT dinilai lebih aman dan efektif dibandingkan nutrisi parenteral karena mempertahankan fungsi fisiologis saluran cerna. Namun demikian, penggunaan NGT juga memiliki risiko komplikasi apabila prosedur pemberian makan tidak dilakukan secara benar, seperti aspirasi, regurgitasi, obstruksi selang, dan infeksi. Oleh karena itu, pemberian nutrisi enteral melalui NGT membutuhkan keterampilan yang baik dan pemahaman yang memadai dari caregiver agar dapat dilakukan secara aman dan efektif (Tume et al., 2020).