Skripsi (S1)

Asuhan Keperawatan Pada Ibu Nifas Yang Mengalami Gangguan Produksi ASI Dengan Pererapan Pemberian Susu Kedelai Di Rw 02 Kelurahan Rantau Panjang Kecamatan Rumbai Barat Kota Pekanbaru

person Rara Febrianti Nasti, S.Kep
calendar_today 2024
school Profesi Ners

Institutional Metadata

Student ID 23501071
Study Program
Profesi Ners
Faculty Fakultas Keperawatan
Thesis Type Skripsi (S1)
Supervisor Dr. Deswinda, S. Kep, Ns. M. Kes
Upload Date 07 October 2026
Keywords
ASI; Ibu Nifas Susu; Kedelai

Abstract

Masalah sedikitnya ASI menyebabnya tingginya angka kejadian stunting pada balita. Masalah menyusui pada masa pasca persalinan salah satunya adalah sindrom ASI kurang, sehingga bayi merasa tidak puas setiap setelah menyusu, bayi sering menangis atau bayi menolak menyusu, payudara tidak membesar yang mengakibatkan gagalnya pemberian ASI pada bayi. Produksi ASI yang rendah diantaranya karena kurang sering menyusui atau memerah payudara; teknik perlekatan yang salah; kelainan endokrin ibu (jarang terjadi); jaringan payudara hipoplastik; kelainan metabolisme atau pencernaan bayi, sehingga tidak dapat mencerna ASI dan kurangnya gizi. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk melihat Pengaruh Pemberian Susu Kedelai Terhadap Peningkatan Produksi ASI Pada Ibu Nifas Di Rw 02 Kelurahan Rantau Panjang Kecamatan Rumbai Barat Kota Pekanbaru. Asuhan keperawatan dilakukan di kelurahan Rantau Panjang Kecamatan Rumbai Barat Kota Pekanbaru. Jumla h responden 2 orang. Pemberian susu kedelai dilakukan selama 7 hari dalam 2x/ hari. Asuhan keperawatan dilakukan mulai tanggal 28- 4 juni 2024.alat ukur yang digunakan yaitu kuesioner produksi ASI. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa terdapat perubahan skor pada pasien kelolaan 1 (Ny. M) dari skor 1 menjadi 3 dan pasien kelolaan 2 (Ny. S) dari skor 3 menjadi 5. Berdasarkan hal tersebut bahwa pemberian susu kedelai untuk peningkatan produksi ASI pada ibu nifas yang menyusui. penulis merekomdasikan kepada ibu nifas yang menyusui yang mengalami masalah sedikitnya produksi ASI agar bisa menerapkan mengkomsumsi minuman susu kedelai 2x/ harinya.

The problem of a lack of breast milk causes the high incidence of stunting in toddlers. One of the problems with breastfeeding during the postpartum period is insufficient breast milk syndrome, so that the baby feels dissatisfied after every feeding, the baby often cries or the baby refuses to breastfeed, the breasts do not enlarge which results in failure to provide breast milk to the baby. Low breast milk production is due to not breastfeeding or expressing the breasts frequently; incorrect attachment technique; maternal endocrine disorders (rare); hypoplastic breast tissue; Abnormalities in the baby's metabolism or digestion, resulting in inability to digest breast milk and lack of nutrition. The aim of this research is to see the effect of giving soy milk on increasing breast milk production among postpartum mothers in Rw 02, Rantau Panjang Village, West Rumbai District, Pekanbaru City. Nursing care is provided in the Rantau Panjang sub-district, West Rumbai District, Pekanbaru City. The number of respondents was 2 people. Soy milk was given for 7 days 2x/day. Nursing care will be carried out from 28-4 June 2024. The measuring tool used is the breast milk production questionnaire. The evaluation results showed that there was a change in the score in patients managed 1 (Mrs. who is breastfeeding. The author recommends that breastfeeding postpartum mothers who experience the problem of low breast milk production should consume soy milk drinks twice a day.

Available Document Assets

article
Abstract Ready for download

Research Snapshot

2024 • Fakultas Keperawatan

Asuhan Keperawatan Pada Ibu Nifas Yang Mengalami Gangguan Produksi ASI Dengan Pererapan Pemberian Susu Kedelai Di Rw 02 Kelurahan Rantau Panjang Kecamatan Rumbai Barat Kota Pekanbaru

Rara Febrianti Nasti, S.Kep
contact_support