Asuhan Keperawatan Pada Klien Halusinasi Pendengaran Dengan Penerapan Terapi Audio Animasi Di Ruangan Mandau 2A RS Jiwa Tampan Provinsi Riau
Quick Access
Institutional Metadata
Abstract
Halusinasi adalah hilangnya kemampuan manusia dalam membedakan rangsangan internal (pikiran) dan rangsangan eksternal (dunia luar). Klien memberi persepsi atau pendapat tentang lingkungan tanpa ada objek atau rangsangan yang nyata. Halusinasi yang paling umum adalah halusinasi pendengaran, yaitu sekitar 70%, halusinasi visual 20%, serta 10% adalah halusinasi rasa, sentuhan, dan penciuman Salah satu faktor utama dari halusinasi pendengaran adalah gangguan sensori. Salah satu cara untuk menangani pasien dengan halusinasi adalah dengan terapi audio animasi. Audio animasi merupakan salah satu terapi sensori dalam terapi aktivitas kelompok. Terapi ini bertujuan untuk membantu pasien berespon lebih baik terhadap lingkungan, meningkatkan kemampuan kognitif dan sosial, serta mengurangi gejala halusinasi. Tujuan dari penerapan ini adalah untuk mengetahui asuhan keperawatan dengan pemberian audio animasi Adit Sopo Jarwo pada klien halusinasi pendengaran di ruangan Mandau 2A RS Jiwa Tampan Provinsi Riau. Penerapan ini bersifat Evidance Based Practice. Penerapan ini dilakukan di ruangan Mandau 2A RS Jiwa Tampan Provinsi Riau pada tanggal 26-30 Mei 2025. Jumlah responden 1 orang klien. Hasil penerapan ini menyimpulkan verbalisasi mendengar bisikan menurun, distorsi sensori menurun, perilaku halusinasi menurun, melamun menurun, respons sesuai stimulus membaik, konsentrasi membaik, dan orientasi membaik ditandai dengan tidak mendengar suara-suara bisikan, tampak kooperatif, tenang, mampu mentap lawan bicaranya, fokus, dan bahagia. Penerapan ini merekomendasikan agar terapi sensori dengan audio animasi bisa menjadi salah satu pilihan dalam mengalihkan dan memfokuskan klien halusinasi pendengaran.
Hallucinations are the loss of human ability to distinguish between internal stimuli (thoughts) and external stimuli (the outside world). Clients give perceptions or opinions about the environment without any real objects or stimuli. The most common hallucinations are auditory hallucinations, which are around 70%, visual hallucinations are 20%, and 10% are hallucinations of taste, touch, and smell. One of the main factors of auditory hallucinations is sensory disturbances. One way to treat patients with hallucinations is with audio animation therapy. Audio animation is one of the sensory therapies in group activity therapy. This therapy aims to help patients respond better to the environment, improve cognitive and social abilities, and reduce symptoms of hallucinations. The purpose of this application is to provide nursing care by using Adit Sopo Jarwo audio animation for clients with auditory hallucinations in the Mandau 2A room of RS Jiwa Tampan Provinsi Riau. This application is Evidence-Based Practice. This application was conducted in the Mandau 2A room RS Jiwa Tampan Provinsi Riau, from May 26 to 30, 2025. The number of respondents was 1 client. The results of this application concluded that verbalization of hearing whispers decreased, sensory distortion decreased, hallucinatory behavior decreased, daydreaming decreased, responses according to stimuli improved, concentration improved, and orientation improved as indicated by not hearing whispers, appearing cooperative, calm, able to stare at the person they are talking to, focused, and happy. This application recommends that sensory therapy with animated audio can be one of the options in diverting and focusing clients with auditory hallucinations.