KTI

Asuhan Keperawatan pada Pasien Halusinasi dengan Penerapan Terapi Okupasi Menanam di Ruang Mandau 2A RS Jiwa Tampan Pekanbaru

person Wilda Usakhia
calendar_today 2025
school Profesi Ners

Institutional Metadata

Student ID 24501129
Study Program
Profesi Ners
Faculty Fakultas Keperawatan
Thesis Type KTI
Supervisor Ns. Yeni Devita, M.Kep.,
Upload Date 15 October 2026
Keywords
Halusinasi Terapi Okupasi Menanam

Abstract

Halusinasi adalah hilangnya kemampuan manusia dalam membedakan rangsangan internal (pikiran) dan rangsangan eksternal (dunia luar). Faktor resiko terjadinya halusinasi berkaitan erat dengan pola asuh, perkembangan, neurobiology, psikologis sehingga menimbulkan gejala halusinasi. Untuk meminimalkan gejala halusinasi maka dibutuhkan penatalaksanaan seperti pemberian terapi okupasi menanam sehingga pasien tidak terfokus dengan halusinasinya. Tujuan dari penerapan ini adalah untuk mengetahui asuhan keperawatan dalam pemberian terapi okupasi menanam pada pasien halusinasi di ruangan Mandau 2A RS Jiwa Tampan Provinsi Riau. Metode pelaksanaan yang dilakukan yaitu teknik eksperimen pada pasien halusinasi. Penerapan ini dilakukan di ruangan Mandau 2A RS Jiwa Tampan Provinsi Riau pada bulan Juni 2025 dengan jumlah responden 3 orang. Instrumen penerapan ini menggunakan lembar observasi tanda dan gejala dengan mengukur sebelum dan sesudah dilakukan penerpan. Hasil penerapan ini didapatkan adanya penurunan tingkat halusinasi pada ketiga pasien yaitu pada Tn. R dari nilai 4 menjadi nilai 2, pada Tn. N dari nilai 6 menjadi nilai 3, dan pada Tn. O dari nilai 4 menjadi nilai 2. Adanya penurunan tingkat halusinasi pada ketiga pasien dari kategori halusinasi sedang menjadi halusinasi ringan. Penerapan ini merekomendasikan agar terapi okupasi menanam bisa menjadi salah satu pilihan dalam mengalihkan dan memfokuskan pasien dengan halusinasi.

Hallucinations are the loss of human ability to distinguish internal stimuli (thoughts) and external stimuli (the outside world). Risk factors for hallucinations are closely related to parenting, development, neurobiology, psychology, which causes hallucination symptoms. To minimize hallucination symptoms, management is needed such as providing occupational therapy planting so that patients do not focus on their hallucinations. The purpose of this application is to determine nursing care in providing occupational therapy planting to hallucination patients in the Mandau 2A room of Tampan Mental Hospital, Riau Province. The implementation method used is an experimental technique on hallucination patients. This application was carried out in the Mandau 2A room of Tampan Mental Hospital, Riau Province in May 2025 with 3 respondents. The instrument for this application used an observation sheet of signs and symptoms by measuring before and after the application. The results of this application showed a decrease in the level of hallucinations in three patients, namely in Mr. R from a value of 4 to a value of 2, in Mr. N from a value of 6 to a value of 3, and in Mr. O from a score of 4 to a score of 2. There was a decrease in the level of hallucinations in the three patients, from moderate to mild hallucinations. This application recommends that occupational therapy with planting could be an option for diverting and focusing patients with hallucinations.

Available Document Assets

article
Abstract Ready for download

Research Snapshot

2025 • Fakultas Keperawatan

Asuhan Keperawatan pada Pasien Halusinasi dengan Penerapan Terapi Okupasi Menanam di Ruang Mandau 2A RS Jiwa Tampan Pekanbaru

Wilda Usakhia
contact_support