Asuhan Keperawatan Pada Pasien Halusinasi Pendengaran Dengan Penerapan Menulis Ekspresif Di Rumah Sakit Jiwa Tampan Provinsi Riau
Quick Access
Institutional Metadata
Abstract
Skizofrenia merupakan gangguan psikiatri kronis yang ditandai dengan gangguan persepsi, proses pikir, dan perilaku. Halusinasi pendengaran adalah salah satu gejala positif yang paling umum dan paling mengganggu pada pasien skizofrenia. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan terapi menulis ekspresif dalam menurunkan frekuensi dan intensitas halusinasi pendengaran pada pasien skizofrenia di Rumah Sakit Jiwa Tampan Provinsi Riau tahun 2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan Evidence-Based Nursing (EBN) dengan desain eksperimental (intervensi). Tiga pasien dengan diagnosis skizofrenia yang mengalami halusinasi pendengaran dipilih berdasarkan kriteria inklusi. Terapi menulis ekspresif diberikan selama empat hari berturut-turut, satu kali setiap pagi pukul 09.00–11.00 WIB, dengan durasi sekitar 20–30 menit setiap sesi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, partisipasi, dan wawancara menggunakan instrumen Auditory Hallucination Rating Scale (AHRS) sebelum dan sesudah intervensi untuk menilai perubahan intensitas halusinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terapi menulis ekspresif efektif menurunkan skor halusinasi pada seluruh responden. Skor AHRS pada pasien Tn. H menurun dari 26 menjadi 17, pada pasien Tn. A menurun dari 25 menjadi 19, dan pada pasien Tn. M menurun dari 23 menjadi 18. Pasien juga melaporkan perasaan lebih tenang, rileks, serta mampu mengontrol pikiran dengan lebih baik setelah menjalani terapi. Kesimpulannya, terapi menulis ekspresif merupakan intervensi nonfarmakologis yang efektif dalam menurunkan halusinasi pendengaran pada pasien skizofrenia. Terapi ini membantu meningkatkan regulasi emosi, memfasilitasi ekspresi diri, serta memperkuat hubungan terapeutik antara perawat dan pasien. Hasil penelitian ini mendukung penerapan terapi menulis ekspresif dalam asuhan keperawatan jiwa sebagai pelengkap terapi farmakologis untuk meningkatkan luaran pasien.
Schizophrenia is a chronic psychiatric disorder characterized by disturbances in perception, thought, and behavior. Auditory hallucinations are one of the most common and distressing positive symptoms experienced by individuals with schizophrenia. This study aimed to apply expressive writing therapy to reduce the frequency and intensity of auditory hallucinations in schizophrenia patients at Tampan Mental Hospital, Riau Province, in 2025. The study used an Evidence-Based Nursing (EBN) approach with an experimental (intervention) design. Three patients diagnosed with schizophrenia and auditory hallucinations were selected based on inclusion criteria. Expressive writing therapy was implemented for four consecutive days, once daily in the morning from 09:00 to 11:00 a.m., for approximately 20–30 minutes per session. Data were collected through observation, participation, and interviews using the Auditory Hallucination Rating Scale (AHRS) before and after therapy to assess changes in hallucination intensity. The results showed that expressive writing therapy effectively reduced hallucination scores in all participants. Patient Tn. H’s AHRS score decreased from 26 to 17, Tn. A’s score decreased from 25 to 19, and Tn. M’s score decreased from 23 to 18. Patients reported feeling calmer, more relaxed, and more in control of their thoughts after therapy.In conclusion, expressive writing therapy is an effective non-pharmacological intervention for reducing auditory hallucinations in schizophrenia patients. It helps improve emotional regulation, promote self-expression, and enhance nurse–patient therapeutic relationships. The findings support integrating expressive writing into psychiatric nursing care to complement pharmacological treatment and improve patient outcomes.