Skripsi (S1)

Asuhan Keperawatan Pada Pasien PPOK Dengan Penerapan ACBT (Active Cycling Breathing Tecnicue) Untuk Mengurangi Dypsnea Di Ruangan Jasmin RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau

person Dila Aulia Amanah Parisya
calendar_today 2024
school Profesi Ners

Institutional Metadata

Student ID 23501018
Study Program
Profesi Ners
Faculty Fakultas Keperawatan
Thesis Type Skripsi (S1)
Supervisor Ns. M.Zul’Irfan, M.Kep
Upload Date 05 October 2026
Keywords
ACBT (Active Cycle Breathing Technique) Dypsnea PPOK

Abstract

Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) menimbulkan berbagai gejala diantara adalah dypsnea atau sesak napas. Dyspnea dapat mengakibatkan perburukan pada pasien yang diakibatkan oleh peningkatan frekuensi pernafasan dan menurunnya kadar oksigen dalam tubuh. Penatalaksanaan PPOK secara umum ada 2 yaitu secara farmakologis dan non farmakologis. Terapi non farmakologis dapat menjadi pendamping terapi bagi penderita PPOK, salah satu tindakan yang dapat mengurangi dypsnea ialah dengan terapi ACBT (Active Cycle Breathing Technique). Desain penerapan intervensi ini menggunakan desain pre-test dan post-test. Terapi relaksasi ACBT dilakukan dengan 3, siklus pertama Breathing Control, siklus kedua Thoracic Expansion Exercise dan siklus terakhir Forced Expiration Technique/Huffing. Tujuan penerapan intervensi ini adalah untuk mengetahui perubahan derajat Dyspnea, saturasi oksigen dan penurunan skor SOBQ (Shortness of Breath Questionnaire) pada pasien PPOK dengan pemberian terapi ACBT di RSUD Arifin Achmad. Metode yang digunakan dalam karya ilmiah ini adalah observasi dan intervensi ACBT. Sampel penelitian ini adalah pasien (PPOK) berjumlah 1 orang. Penelitian dilakukan pada tanggal 28-31 Mei 2024. Hasil penerapan menunjukan bahwa setelah dilakukan terapi ACBT (Active Cycle Breathing Technique) derajat dypsnea menurun ditandai dengan penurunan frekuensi pernafasan dan peningkatan saturasi oksigen. Terapi relaksasi yang dilakukan selama 3 hari dengan diberikan 1 kali sehari selama 10-30 menit. Didapatkan hasil sebelum dilakukan terapi relaksasi ACBT rata-rata jumlah RR : 28 kali/menit dan setelah dilakukan menjadi 22 kali/menit dan saturasi 88% menjadi 100%, hasil skala SOBQ dari 4 (sesak berat) menjadi 2 (sesak ringan). Maka dengan adanya teknik relaksasi ACBT dapat dilakukan sebagai alternatif pelayanan kesehatan pada pasien PPOK.

Chronic obstructive pulmonary disease (COPD) causes various symptoms, including dyspnea or shortness of breath. Dyspnea can cause worsening in patients due to increased respiratory frequency and decreased oxygen levels in the body. In general, there are 2 treatments for COPD, namely pharmacological and non-pharmacological. Non-pharmacological therapy can be a companion therapy for COPD sufferers. One action that can reduce dyspnea is ACBT (Active Cycle Breathing Technique) therapy. The design for implementing this intervention uses a pre-test and post-test design. ACBT relaxation therapy is carried out in 3 ways, the first cycle is Breathing Control, the second cycle is Thoracic Expansion Exercise and the last cycle is Forced Expiration Technique/Huffing. The aim of implementing this intervention is to determine changes in the degree of dyspnea, oxygen saturation and decrease in SOBQ (Shortness of Breath Questionnaire) scores in COPD patients by providing ACBT therapy at Arifin Achmad Regional Hospital. The method used in this scientific work is ACBT observation and intervention. The sample for this study was 1 patient (COPD). The research was conducted on 28-31 May 2024. The results of the application showed that after ACBT (Active Cycle Breathing Technique) therapy, the degree of dyspnea decreased, marked by a decrease in respiratory frequency and an increase in oxygen saturation. Relaxation therapy is carried out for 3 days and is given once a day for 10-30 minutes. The results obtained before carrying out ACBT relaxation therapy were an average number of RRs: 28 times/minute and after doing it it was 22 times/minute and saturation was 88% to 100%, the SOBQ scale results were from 4 (severe shortness of breath) to 2 (mild shortness of breath). So with the ACBT relaxation technique it can be used as an alternative health service for COPD patients.

Available Document Assets

article
Abstract Ready for download

Research Snapshot

2024 • Fakultas Keperawatan

Asuhan Keperawatan Pada Pasien PPOK Dengan Penerapan ACBT (Active Cycling Breathing Tecnicue) Untuk Mengurangi Dypsnea Di Ruangan Jasmin RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau

Dila Aulia Amanah Parisya
contact_support