Asuhan Keperawatan Pada Pasien TB Paru Dengan Penerapan Posisi Orthopnea Untuk Menurunkan Sesak Napas Di Ruangan Jasmin RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau
Quick Access
Institutional Metadata
Abstract
Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang menjadi penyebab utama kesakitan dan salah satu penyebab kematian di dunia, penyebaran penyakit ini ketika sesorang yang sakit TB Paru mengeluarkan bakteri ke udara, melalui batuk, bersin, dan juga dropplet. TB Paru ditandai dengan adanya keluhan sesak napas, batuk-batuk selama lebih dari 2-3 minggu/lebih (dapat disertai dengan dahak, darah), penurunan nafsu makan dan berat badan. Posisi orthopnea merupakan salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat mengurangi terjadinya sesak, posisi orthopnea dapat meningkatkan sirkulasi pernapasan dimana ekspansi dada dan pernapasan menjadi maksimal sehingga oksigen yang masuk ketubuh lebih banyak, otot napas tambahan ini dapat bekerja dengan lebih optimal jika terdapat psosisi yang mampu membantu untuk paru mengembang yaitu dengan posisi orthopnea sebagai pendamping farmakologis yg dapat diberikan pada pasien. Tujuan Karya Ilmiah Akhir Ners ini adalah untuk menganalisis intervensi posisi orthopnea dan dalam menurunkan sesak nafas pada pasien dengan TB Paru. Pelaksanaan intervensi ini dilakukan selama 3 hari mulai dari tanggal 27-29 Mei 20224 dengan menerapkan posisi orthopnea selama 3-5 menit per sesi sebanyak dua kali sehari. Hasil pelaksanaan intervensi ini menunjukkan terjadinya penurunan frekuensi pernafasan melalui lembar Observasi Respiratory Rate RR dan SPO2. RR 27 kali/menit, SPO2: 88% menjadi 24 kali/menit, SPO2: 90%. Posisi Orthopnea dapat dijadikan sebagai alternatif tindakan dalam manajemen pola napas pada pasien TB Paru yang dirawat di ruang Jasmin RSUD Arifin Achmad.
Tuberculosis (TB) is an infectious disease that is the main cause of illness and one of the causes of death in the world. This disease spreads when someone who is sick with pulmonary TB releases bacteria into the air, through coughing, sneezing and also droplets. Pulmonary TB is characterized by complaints of shortness of breath, coughing for more than 2-3 weeks/more (can be accompanied by phlegm, blood), decreased appetite and body weight. Orthopnea position is a non-pharmacological intervention that can reduce shortness of breath, orthopnea position can improve respiratory circulation where chest expansion and breathing are maximized so that more oxygen enters the body, these additional respiratory muscles can work more optimally if there is a position that can help to The lungs expand, namely in the orthopnea position as a pharmacological companion that can be given to the patient. The aim of this Final Scientific Work for Nurses is to analyze the orthopnea position intervention and reduce shortness of breath in patients with pulmonary TB. This intervention was carried out for 3 days starting from 27-29 May 20224 by applying the orthopnea position for 3-5 minutes per session twice a day. The results of implementing this intervention showed a decrease in respiratory frequency through the Respiratory Rate RR and SPO2 Observation sheets. RR 27 times/minute, SPO2: 88% to 24 times/minute, SPO2: 90%. Orthopnea position can be used as an alternative action in managing breathing patterns in pulmonary TB patients treated in the Jasmin room at Arifin Achmad Hospital.