Asuhan Keperawatan Pemberian Terapi Musik Klasik Terhadap Penurunan Tanda Dan Gejala Halusinasi Pendengaran Pada Pasien Halusinasi Pendengaran RSJ Tampan Provinsi Riau
Quick Access
Institutional Metadata
Abstract
Halusinasi merupakan suatu indikasi gangguan jiwa pada seseorang yang ditandai dengan perubahan sensori persepsi yaitu merasakan sensasi palsu berupa suara, penglihatan, pengecapan, perabaan atau penghiduan. Penderita gangguan jiwa yang ada di Indonesia diperkirakan sebesar 2-3%, yaitu sekitar 1 sampai 1,5 juta jiwa, diantaranya mengalami halusinasi. Data dari Rumah Sakit Jiwa Tampan provinsi riau didapatkan pada tahun 2024 dalam 3 bulan sebanyak 220 orang dengan gangguan halusinasi diruangan Kuantan. Desain penulisan ini adalah studi kasus dan menggunakan alat ukur tanda dan gejala, intervensi ini dilakukan sekali sehari selama 5 hari, dalam waktu 15 menit dan jumlah pasien adalah 5 orang. Dari intervensi yang dilakukan selama 5 hari didapatkan bahwa terapi musik klasik dapat mengontrol halusinasi pendengaran, dengan skor halusinasi sebelum dilakukan terapi pada Tn. R yaitu 8, dan terjadi penurunan skor setelah dilakukan terapi skor 2. Pada Tn. T skor sebelum dilakukan terapi yaitu 11, dan terjadi penurunan skor setelah dilakukan terapi skor 3. Pada Tn. B skor sebelum dilakukan terapi yaitu 12 , dan terjadi penurunan skor setelah dilakukan terapi skor 4. Pada Tn. Y skor sebelum dilakukan terapi yaitu 8 dan terjadi penurunan skor setelah dilakukan terapi skor 2. Pada Tn. S skor sebelum dilakukan terapi yaitu 8 dan terjadi penurunan skor setelah dilakukan terapi skor 1. Saran diharapkan perawat selalu berusaha untuk menerapkan terapi musik klasik pada halusinasi pendengaran.
Hallucinations are an indication of a mental disorder in a person which is characterized by changes in sensory perception, namely feeling false sensations in the form of sound, sight, taste, touch or smell. It is estimated that 2-3% of people suffering from mental disorders in Indonesia, namely around 1 to 1.5 million people, of whom experience hallucinations. Data from the Tampan Mental Hospital, Riau province, was obtained in 2024 in 3 months as many as 220 people with hallucinations in the Kuantan room. The design of this writing is a case study and uses a tool to measure signs and symptoms. This intervention is carried out once a day for 5 days, within 15 minutes and the number of patients is 5 people. From the intervention carried out for 5 days, it was found that classical musik therapy could control auditory hallucinations, with a hallucination score before therapy was carried out on Mr. R is 8, and there was a decrease in the score after therapy to a score of 2. In Mr. The T score before therapy was 11, and there was a decrease in the score after therapy to a score of 3. In Mr. B score before therapy was 12, and there was a decrease in score after therapy to score 4. In Mr. Y score before therapy was 8 and there was a decrease in score after therapy to score 2. In Mr. The S score before the therapy was 8 and there was a decrease in the score after the therapy was 1. The suggestion is that nurses always try to apply classical musik therapy to auditory hallucinations.