AsuhankeperawatanJiwaPadaKlienHalusinasi PendengaranDenganPenerapanTerapiZikirDiRuangan Siak RSJ Tampan Provinsi Riau
Quick Access
Institutional Metadata
Abstract
Halusinasi pendengaran merupakan salah satu gejala skizofrenia yang paling sering terjadi,ditandaidenganpersepsisuara tanparangsangannyata yangdapat menyebabkan gangguan perilaku dan isolasi sosial. Di RSJ Tampan Provinsi Riau, prevalensi kasus halusinasi pendengaran cukup tinggi. Penerapan ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas terapi zikir dalam menurunkan gejala halusinasi pendengaran pada pasien dengan gangguan persepsi sensori. Pendekatan yang digunakan adalah studi kasus berbasisEvidence-BasedPractice(EBP)padaduapasiendenganhalusinasipendengaran. Pasienpertama,Ny.S,mengalamihalusinasiberupasuarayangmenyuruhmelemparbatu ke tetangganya, muncul pagi dan sore hari, disertai perilaku marah, menyendiri, melamun,mondar-mandir,danberbicarasendiri.Pasienkedua,Ny.W,mendengarsuara anaknya yang memanggil untuk keluar ruangan, muncul pagi, siang, dan sore hari, menyebabkanpasiensulittidurdanseringmenutuptelinga.Dampakdarihalusinasipada keduapasienberupagangguantidur,isolasisosial,gangguankonsentrasi,sertaperubahan perilaku. Upaya yang dilakukan pasien antara lain dengan menghardik suara tersebut, mengajak berbicara orang lain, melakukan aktivitas seperti merapikan ruangan, serta mengikuti terapi zikir dan minum obat secara teratur. Intervensi terapi zikir dilakukan selama tiga hari berturut-turut, masing-masing selama 10–15 menit. Lafadz zikir yang digunakan yaitu: “Bismillahirrahmanirrahim”, “Astaghfirullahaladzim”, “Subhanallah”, “Alhamdulillah”,“Laailaahaillallah”,dan“AllahuAkbar”.Hasilevaluasimenunjukkan penurunan intensitas dan frekuensi halusinasi pada kedua pasien. Mereka tampak lebih tenang,kooperatif,mampumengenalidanmengontrolgejalahalusinasinya,sertamerasa lebih dekat dengan Allah. Terapi zikir terbukti efektif sebagai pendekatan nonfarmakologis dalam asuhan keperawatan jiwa. Halusinasi pendengaran merupakan salah satu gejala skizofrenia.
Auditory hallucinations are one of the most common symptoms of schizophrenia, characterized by the perception of voices withoutany actual external stimuli, which can leadtobehavioraldisturbancesandsocialisolation.AtTampanMentalHospitalinRiau Province,theprevalence ofauditoryhallucinationsisrelativelyhigh.Thisstudyaimsto determinetheeffectivenessofdhikrtherapyinreducingauditoryhallucinationsymptoms inpatientswithsensoryperceptiondisorders.Theapproachusedwasacasestudybased on Evidence-Based Practice (EBP) involving two patients experiencing auditory hallucinations.Thefirstpatient,Mrs.S,experiencedhallucinationsintheformofvoices instructing her to throw stones at her neighbor, appearing in the morning and evening, accompaniedbybehaviorssuchasanger,isolation,daydreaming,pacing,andtalkingto herself.Thesecondpatient,Mrs.W,heardherchild’svoicecallinghertoleavetheroom, appearing in the morning, afternoon, and evening, leading to sleep disturbances and frequent ear covering. The impacts of hallucinations in both patients included sleep disruption,socialwithdrawal,impairedconcentration,andchanges inbehavior.Efforts made by the patients included rebuking the voices, engaging in conversation, doing activities like tidying the room, performing dhikr therapy, and regularly taking medication. The dhikr therapy intervention was conducted for three consecutive days, each session lasting 10–15 minutes. The dhikr recitations used were: “Bismillahirrahmanirrahim”, “Astaghfirullahaladzim”, “Subhanallah”, “Alhamdulillah”,“Laailaahaillallah”,and“AllahuAkbar.”Evaluationresultsshowed a decrease in the intensity and frequency of hallucinations in both patients. They appeared calmer, more cooperative, able to recognize and control their hallucination symptoms, and felt spiritually closer to Allah. Dhikr therapy proved to be an effective non-pharmacological approach in psychiatric nursing care.