DETERMINAN STRESS KERJA PADA PEKERJA BPBD KOTA PEKANBARU
Institutional Metadata
Abstract
Pekerja Badan Penanggulagan Bencana Daerah Kota Pekanbaru memiliki resiko stress kerja yang tinggi karna tuntutan pekerjaan yang berat dan kondisi kerja yang penuh risiko. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang determinan terhadap stres kerja pada pekerja di BPBD Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh pekerja di BPBD Kota Pekanbaru dengan jumlah Pegawai Per-tahun 2026 adalah sebanyak 155 orang, dengan sampel sebanyak 111 Karyawan BPBD Kota Pekanbaru. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan pengisian kuesioner pada pegawai BPBD Kota Pekanbaru. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji statistik Chi-Square serta estimasi Odds Ratio (OR). Hasil analisis bivariate menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara beban kerja dengan stres kerja dengan nilai p-value sebesar 0,000 (p < 0,05), pengalaman kerja dengan nilai p-value sebesar 0,000 (p < 0,05) konflik kerja dengan nilai p-value sebesar 0,000 (p < 0,05), Jenis kelamin dengan stress kerja tidak terdapat hubungan yang cukup kuat dengan nilai p-value sebesar 0,225 (p > 0,05). Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pekerja BPBD Kota Pekanbaru dalam meningkatkan kesadaran terhadap faktor-faktor yang berhubungan dengan stres kerja.
Workers at the Regional Disaster Management Agency (BPBD) of Pekanbaru City face a high risk of work stress due to heavy job demands and hazardous working conditions. This study aims to determine the determinant factors of work stress among workers at BPBD Pekanbaru City. This study utilized a quantitative approach with a cross-sectional design. The research population consisted of all workers at BPBD Pekanbaru City, totaling 155 employees as of 2026, with a sample size of 111 employees. Data collection was conducted through observation and questionnaires filled out by the employees. Data analysis involved univariate and bivariate analysis using the Chi-Square statistical test and Odds Ratio (OR) estimation. The results of the bivariate analysis indicated that there was a significant relationship between workload and work stress (p-value = 0.000; p < 0.05), work experience and work stress (p-value = 0.000; p < 0.05), and work conflict and work stress (p-value = 0.000; p < 0.05). Conversely, there was no significant relationship between gender and work stress (p-value = 0.225; p > 0.05). The findings of this study are expected to serve as a consideration for BPBD Pekanbaru City in increasing awareness and managing factors associated with occupational stress.