Dori Floss Makanan Bergizi dan Non MSG
Quick Access
Institutional Metadata
Abstract
Pemasalahan yang dihadapi oleh tim selama melaksanakan kegiatan P2MW ini terletak pada saat proses produksi karena tim melakukan proses produksi pembuatan abon ikan dori secara manual dengan waktu yang cukup lama yaitu dalam kurun waktu 3 jam penggongsengan/ 30 pcs produk abon ikan dori. Kemudian solusi yang tim tawarkan untuk permasalahan ini adalah dengan membeli/ menggunakan mesin pengering agar mempermudah proses produksi. Kekuatan dari tim dori floss sendiri adalah dengan melakukan pembagian tugas, dimana tim membagi menjadi 3 bagian, yakni tim operasional Dea Andarista, tim produksi Ishabel Bielqis Khandisya dan Dina Adelia, dan tim marketing/sales Wulan Sari. Untuk segmentasi pasar dori floss ini bisa dikatakan cukup baik karena dori floss dapat diterima oleh konsumen dan telah memiliki reseller. Untuk pesaing dori floss sendiri sudah ada namun terdapat perbedaan antara dori floss dengan abon dori lainnya yakni dori floss di kombinasikan dengan rimbang dan daun kemangi. Untuk bagian keuangan dori floss tim didanai sebesar Rp. 14.450.000 dan sudah terpakai semuanya selama proses produksi, marketing (endorse & iklan), dan pembuatan legalitas dari produk dori floss. Selama kegiatan P2MW ini tim telah mencapai proses legalitas mulai dari NIB, SPP- PIRT, legalitas Halal, HAKI, dan telah dilakukan penilaian nilai gizi serta expired date. Untuk penjualan dori floss telah mencapai 228 pcs dengan total pendapatan Rp.4.560.000 dengan laba bersih Rp. 1.596.000.
Pemasalahan yang dihadapi oleh tim selama melaksanakan kegiatan P2MW ini terletak pada saat proses produksi karena tim melakukan proses produksi pembuatan abon ikan dori secara manual dengan waktu yang cukup lama yaitu dalam kurun waktu 3 jam penggongsengan/ 30 pcs produk abon ikan dori. Kemudian solusi yang tim tawarkan untuk permasalahan ini adalah dengan membeli/ menggunakan mesin pengering agar mempermudah proses produksi. Kekuatan dari tim dori floss sendiri adalah dengan melakukan pembagian tugas, dimana tim membagi menjadi 3 bagian, yakni tim operasional Dea Andarista, tim produksi Ishabel Bielqis Khandisya dan Dina Adelia, dan tim marketing/sales Wulan Sari. Untuk segmentasi pasar dori floss ini bisa dikatakan cukup baik karena dori floss dapat diterima oleh konsumen dan telah memiliki reseller. Untuk pesaing dori floss sendiri sudah ada namun terdapat perbedaan antara dori floss dengan abon dori lainnya yakni dori floss di kombinasikan dengan rimbang dan daun kemangi. Untuk bagian keuangan dori floss tim didanai sebesar Rp. 14.450.000 dan sudah terpakai semuanya selama proses produksi, marketing (endorse & iklan), dan pembuatan legalitas dari produk dori floss. Selama kegiatan P2MW ini tim telah mencapai proses legalitas mulai dari NIB, SPP- PIRT, legalitas Halal, HAKI, dan telah dilakukan penilaian nilai gizi serta expired date. Untuk penjualan dori floss telah mencapai 228 pcs dengan total pendapatan Rp.4.560.000 dengan laba bersih Rp. 1.596.000.