Skripsi (S1)

Edukasi Kesehatan Melalui Media WhatsApp Dalam Meningkatkan Self Care Management Pada Lansia HipertensiDi Puskesmas Rejosari Kota Pekanbaru

person Tiara Fakhrana Sabila
calendar_today 2025
school S1 Keperawatan

Institutional Metadata

Student ID 21301220
Study Program
S1 Keperawatan
Faculty Fakultas Keperawatan
Thesis Type Skripsi (S1)
Supervisor Dr. Ezalina, S.Kep, Ns, M.Kes
Upload Date 16 September 2026
Keywords
Self Care Management Pada Lansia Hipertensi

Abstract

Lanjut usia ialah tahapan akhir dari siklus hidup manusia, yang merupakan bagian dari proses kehidupan yang tidak bisa dihindari oleh setiap individu (Nerspedia, 2019). Menurut World Health Organization (WHO, 2022) lansia adalah seseorang yang telah memasuki usia 60 tahun keatas. Pada fase lanjut usia merupakan fase akhir dari siklus kehidupan manusia, ditandai dengan adanya penurunan kemampuan tubuh yang diakibatkan karena telah berkurangnya cadangan sistem fisiologis dimana seseorang dewasa yang sehat menjadi seseorang yang rentan. Lansia yang bertambahnya usia akan mengalami proses degeratif diantaranya dari perubahan – perubahan meliputi kemunduran fisik, psikis, psikologis, sosial ini akan mempengaruhi kebutuhan kondisi spiritual pada lansia. Kemunduran – kemunduran itu pun selain berpengaruh terhadap pemenuhan kebutuhan spiritual juga akan berpengaruh terhadap kualitas hidup lansia (Rachmawati, 2023). Pada lansia penurunan kualitas hidup dapat diakibatkan oleh adanya gangguan – gangguan psikologis kejiwaan yang muncul seiring dengan proses menua (Bestfy Anitasari, 2021). Kualitas hidup tidak berkualitas akan berdampak rendah, maka kehidupan lansia mengarah pada keadaan yang tidak sejahtera (Bestfy Anitasari, 2021).Berdasarkan data World Health Organization (WHO) diperkirakan sekitar 600 juta orang menderita hipertensi diseluruh dunia, dengan rincian 3 juta kematian setiap tahunnya. Hipertensi menempati urutan ke 3 sebagai salah satu pembunuh tertinggi di Indonesia setelah stroke dan tuberkulosis, sebesar 6,8% dari proporsi penyebab kematian pada semua umur. Prevalensi hipertensi di dunia menurut World Health Organization (WHO) pada tahun 2022 sebesar 22% dari total penduduk dunia. Prevalensi hipertensi (usia ≥ 18 tahun) di dunia adalah 22%. Di Asia Tenggara, prevalensi hipertensi adalah 24,7% dengan angka berdasarkan jenis kelamin lebih tinggi pada laki- laki yaitu 25,3% dan pada perempuan 24,2% (WHO 2020).

Lanjut usia ialah tahapan akhir dari siklus hidup manusia, yang merupakan bagian dari proses kehidupan yang tidak bisa dihindari oleh setiap individu (Nerspedia, 2019). Menurut World Health Organization (WHO, 2022) lansia adalah seseorang yang telah memasuki usia 60 tahun keatas. Pada fase lanjut usia merupakan fase akhir dari siklus kehidupan manusia, ditandai dengan adanya penurunan kemampuan tubuh yang diakibatkan karena telah berkurangnya cadangan sistem fisiologis dimana seseorang dewasa yang sehat menjadi seseorang yang rentan. Lansia yang bertambahnya usia akan mengalami proses degeratif diantaranya dari perubahan – perubahan meliputi kemunduran fisik, psikis, psikologis, sosial ini akan mempengaruhi kebutuhan kondisi spiritual pada lansia. Kemunduran – kemunduran itu pun selain berpengaruh terhadap pemenuhan kebutuhan spiritual juga akan berpengaruh terhadap kualitas hidup lansia (Rachmawati, 2023). Pada lansia penurunan kualitas hidup dapat diakibatkan oleh adanya gangguan – gangguan psikologis kejiwaan yang muncul seiring dengan proses menua (Bestfy Anitasari, 2021). Kualitas hidup tidak berkualitas akan berdampak rendah, maka kehidupan lansia mengarah pada keadaan yang tidak sejahtera (Bestfy Anitasari, 2021).Berdasarkan data World Health Organization (WHO) diperkirakan sekitar 600 juta orang menderita hipertensi diseluruh dunia, dengan rincian 3 juta kematian setiap tahunnya. Hipertensi menempati urutan ke 3 sebagai salah satu pembunuh tertinggi di Indonesia setelah stroke dan tuberkulosis, sebesar 6,8% dari proporsi penyebab kematian pada semua umur. Prevalensi hipertensi di dunia menurut World Health Organization (WHO) pada tahun 2022 sebesar 22% dari total penduduk dunia. Prevalensi hipertensi (usia ≥ 18 tahun) di dunia adalah 22%. Di Asia Tenggara, prevalensi hipertensi adalah 24,7% dengan angka berdasarkan jenis kelamin lebih tinggi pada laki- laki yaitu 25,3% dan pada perempuan 24,2% (WHO 2020).

Available Document Assets

article
Abstract Ready for download

Research Snapshot

2025 • Fakultas Keperawatan

Edukasi Kesehatan Melalui Media WhatsApp Dalam Meningkatkan Self Care Management Pada Lansia HipertensiDi Puskesmas Rejosari Kota Pekanbaru

Tiara Fakhrana Sabila
contact_support