Efektifitas Edukasi Kesehatan Dengan Video Animasi Terhadap Kesadaran Risiko Terjadi Diabetes Mellitus Pada Mahasiswa S1 Keperawatan IKes Payung Negeri Pekanbaru
Quick Access
Institutional Metadata
Abstract
Diabetes mellitus (DM) adalah kelainan metabolisme yang ditandai dengan tingginya kadar glukosa darah akibat kelainan sekresi atau kerja insulin. Obesitas dan riwayat keluarga menjadi faktor risiko utama pada diabetes tipe 2. Berdasarkan studi pendahuluan, 4,60% responden mengalami obesitas (IMT ≥30,0), sementara 12,55% lainnya mengalami kelebihan berat badan (IMT ≥25,0- 29,9). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas edukasi kesehatan menggunakan video animasi terhadap kesadaran risiko DM pada mahasiswa S1 Keperawatan IKes Payung Negeri Pekanbaru. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain quasi eksperimen dan rancangan Control Group Pretest- Posttest. Sampel penelitian berjumlah 104 orang yang dipilih dengan purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner yang mengukur kesadaran mahasiswa terhadap risiko diabetes mellitus. Analisis data dilakukan dengan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok intervensi terjadi perubahan signifikan dalam kesadaran risiko diabetes setelah diberikan edukasi melalui video animasi (P = 0,001). Sebaliknya, pada kelompok kontrol tidak ditemukan perbedaan yang signifikan (P = 0,236). Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi institusi keperawatan dalam pengembangan pembelajaran berbasis teknologi dan meningkatkan kesadaran mahasiswa mengenai risiko diabetes melitus. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan untuk mengeksplorasi pendekatan edukasi berbasis multimedia lainnya untuk meningkatkan efektivitas pencegahan diabetes pada kelompok usia yang lebih beragam.
Diabetes mellitus (DM) is a metabolic disorder characterized by high blood glucose levels due to abnormalities in insulin secretion or function. Obesity and family history are major risk factors for type 2 diabetes. Based on a preliminary study, 4.60% of respondents were obese (BMI> 30.0), while 12.55% were overweight (BMI> 25.0-29.9). This study aims to evaluate the effectiveness of health education using animated videos on DM risk awareness in undergraduate nursing students at IKes Payung Negeri Pekanbaru. This type of research is quantitative with a quasi-experimental design and a Control Group Pretest- Posttest design. The research sample consisted of 104 people selected by purposive sampling. The instrument used was a questionnaire that measured students' awareness of the risk of diabetes mellitus. Data analysis was carried out using the Wilcoxon and Mann-Whitney tests. The results showed that in the intervention group there was a significant change in diabetes risk awareness after being given education through animated videos (P = 0.001). In contrast, no significant difference was found in the control group (P = 0.236). This study is expected to be a reference for nursing institutions in developing technology-based learning and increasing students' awareness of the risks of diabetes mellitus. For further research, it is recommended to explore other multimedia-based educational approaches to increase the effectiveness of diabetes prevention in more diverse age groups.