Efektifitas Terapi Spiritual Dzikir Untuk Mengurangi Resiko Perilaku Kekerasan Pada Pasien Skizofrenia Di Ruangan Mandau Rumah Sakit Jiwa Tampan Provinsi Riau.
Quick Access
Institutional Metadata
Abstract
Skizofrenia merupakan gangguan kejiwaan paling dominan dibandingkan dengan gangguan kejiwaan lainnya. Perilaku kekerasan menjadi salah satu respon marah yang diekspresikan dengan melakukan ancaman, mencederai orang lain, dan atau merusak lingkungan. Penanganan resiko perilaku kekerasan dapat dilakukan dengan terapi spiritual berdzikir. Terapi spiritual dzikir mengandung unsur sosial yang dapat membangkitkan harapan (hope) dan rasa percaya diri (self confidence) pada diri seseorang yang sedang sakit sehingga kekebalan tubuh serta proses penyembuhan dapat meningkat. Metode penerapan ini yaitu studi kasus. Waktu pelaksanaan dilakukan selama 3 hari.. Waktu pelaksanaan setiap latihan yaitu 30 menit. Tempat pelaksanaan di RSJ Tampan Provinsi Riau. Subjek yang digunakan pada studi kasus ini adalah 4 orang resiko perilaku kekerasan. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan Skala RUFA. Hasil penerapan selama 3 hari yaitu dengan nilai pretest dan posttest. Setelah dilakukan intervensi selama 3 hari pasien menunjukkan adanya perubahan emosi terkontrol. Hasil intervensi dengan dilakukannya melatih berzikir pada pasien resiko perilaku kekerasan cukup efektif, pengendalian marah pasien dapat terkontrol Terapi spiritual berzikir dari penelitian ini yaitu, pasien mampu mengulangi terapi dengan mandiri secara kontinyu.
Schizophrenia is the most dominant mental disorder compared to other mental disorders. Violent behavior becomes one of the angry responses expressed by making threats, injuring others, and/or damaging the environment. Handling the risk of violent behavior can be done through spiritual therapy with dhikr. Spiritual dhikr therapy contains social elements that can evoke hope and self-confidence in a person who is unwell, thereby enhancing their immune system and healing process. The method of implementation is a case study. The implementation period was conducted over 3 days. The duration of each exercise was 30 minutes. The venue for the implementation is RSJ Tampan, Riau Province. The subjects used in this case study are 4 individuals at risk of violent behavior. The data collection technique used was the RUFA Scale. The results of the 3-day implementation were measured using pretest and posttest scores. After a 3-day intervention, the patient showed controlled emotional changes. The intervention, which involved training in recitation (dhikr) for patients at risk of violent behavior, was quite effective, and the patient's anger control was managed. The spiritual therapy of recitation from this study indicates that the patient is able to independently and continuously repeat the therapy.