Evaluasi Kemampuan Pasien Gangguan Jiwa Dengan Harga Diri Rendah Kronik Di Rumah Sakit Jiwa Tampan Provinsi Riau
Quick Access
Institutional Metadata
Abstract
Penderita penyakit jiwa memiliki berbagai macam permasalahan kesehatan mental, salah satunya adalah Harga diri rendah dimana harga diri rendah merupakan emosi negatif yang berujung pada hilangnya kepercayaan diri, pesimisme, dan perasaan tidak berharga dalam hidup. Dampak harga diri rendah yaitu merasa terkucil dan tidak mau berinteraksi dengan orang lain atau menarik diri karena merasa rendah diri dan tidak mempunyai kepercayaan diri. Seseorang dengan harga diri rendah dengan menyendiri maka cenderung akan berhalusinasi dan bisa menyebabkan depresi bahkan mungkin akan merusak lingkungan dan melakukan kekerasan pada orang lain.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui evaluasi kemampuan pasien gangguan jiwa dengan harga diri rendah krinok di rumah sakit jiwa tampan provinsi riau dilakukan pada tanggal 31 Juli 2024 sampai 2 Agustus 2024 . Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode penelitin deskriptif, populasi penelitian ini adalah pasien gangguan jiwa dengan jumlah sampel 69 responden dengan teknik purposive sampling dengan menggunakan intrumen penelitian lembar observasi. Berdasarkan buku model praktik keperawatan profesional jiwa. Hasil penelitian yang dilakukan didapatkanresponden memiliki usia rentang 18- 40 tahun sebanyak 36 orang (52,2%), jenis kelamin laki-laki sebanyak 39 orang (56,5%), pendidikan terakhir SMA sebanyak 43 orang (62,3%), lama di rawat > 1 tahun sebanyak 54 orang (78,3%), pada berapa kali di rawat mayoritas responden pada penelitian ini di rawat baru 1 kali yakni sebanyak 60 orang (87,0%), yang mendapatkan SP 4 sebanyak 69 orang (100%). Hasil data observasi kemampuan responden dalam memilih dan melatih kemampuan dan aspek positif yang dimiliki sebanyak 62 orang (89,9%), dan yang tidak memiliki kemampuan sebanyak 7 orang (10,1%). Rekomendasi pada penelitiselanjutnya untuk lebih meningkatkan kemampuan pasien dalam menyebutkanaspek positif yang dimiliki.
People with mental illness have various kinds of mental health problems, one of which is low self-esteem, where low self-esteem is a negative emotion that leads to loss of self-confidence, pessimism and feelings of worthlessness in life. The impact of low self-esteem is feeling isolated and not wanting to interact with other people or withdrawing because you feel low self-esteem and have no self-confidence. A person with low self-esteem who is alone tends to hallucinate and can cause depression and may even damage the environment and commit violence against other people. The aim of this research is to evaluate the ability of mental disorder patients with low self- esteem at the Tampan Mental Hospital, Riau Province. carried out on July 31, 2024 to August 2, 2024. This type of research is quantitative with descriptive research methods, the research population is mental disorder patients with a sample size of 69 respondents with a purposive sampling technique using observation sheet research instruments. Based on the professional psychiatric nursing practice model book. The results of the research conducted showed that 36 respondents (52.2%) had an age range of 18-40 years, 39 people were male. (56.5%), 43 people had a high school education (62.3%), 54 people had been treated for > 1 year (78.3%), the number of times they had been treated, the majority of respondents in this study had just been treated 1 times, namely 60 people (87.0%), who got SP 4 were 69 people (100%). The results of observation data on the ability of respondents to choose and train their abilities and positive aspects were 62 people (89.9%), and those who did not have the ability were 7 people (10.1%). Recommendations for future researchers to further improve patients' ability to mention their positive aspects.