FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN KECELAKAAN KERJA PADA PEKERJA BENGKEL LAS PADA KECAMATAN TENAYAN RAYA
Institutional Metadata
Abstract
Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian kecelakaan kerja pada pekerja bengkel las masih menjadi perhatian karena tingginya potensi bahaya pada proses pengelasan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan unsafe action, unsafe condition, umur, dan penggunaan alat pelindung diri (APD) dengan kejadian kecelakaan kerja pada pekerja bengkel las di Kecamatan Tenayan Raya Tahun 2026. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pekerja bengkel las di Kecamatan Tenayan Raya dengan sampel sebanyak 53 responden yang dipilih menggunakan total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square pada tingkat kepercayaan 95% (α=0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 52,8% responden pernah mengalami kecelakaan kerja. Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara unsafe action (p=0,000), unsafe condition (p=0,018), dan penggunaan APD (p<0,05) dengan kejadian kecelakaan kerja. Sementara itu, umur tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kejadian kecelakaan kerja (p=0,241). Disimpulkan bahwa perilaku kerja tidak aman, kondisi kerja tidak aman, dan penggunaan APD merupakan faktor yang berhubungan dengan kejadian kecelakaan kerja pada pekerja bengkel las di Kecamatan Tenayan Raya. Disarankan kepada pemilik bengkel untuk meningkatkan penerapan K3 melalui penyediaan APD yang lengkap, pengawasan penggunaan APD, perbaikan kondisi lingkungan kerja, serta pelaksanaan pelatihan keselamatan kerja secara berkala.
Occupational accidents among welding workshop workers remain a major concern due to the high level of hazards involved in welding activities. This study aimed to determine the association between unsafe actions, unsafe conditions, age, and the use of personal protective equipment (PPE) with occupational accidents among welding workshop workers in Tenayan Raya District in 2026. This quantitative study employed a cross-sectional design. The study population consisted of all welding workshop workers in Tenayan Raya District, with a total sample of 53 respondents selected using total sampling. Data were collected using structured questionnaires and analyzed using univariate and bivariate analyses with the Chi-square test at a 95% confidence level (α=0.05). The results showed that 52.8% of respondents had experienced occupational accidents. Bivariate analysis revealed significant associations between unsafe actions (p=0.000), unsafe conditions (p=0.018), and PPE use (p<0.05) with occupational accidents. Meanwhile, age was not significantly associated with occupational accidents (p=0.241). In conclusion, unsafe actions, unsafe working conditions, and PPE use were significantly associated with occupational accidents among welding workshop workers in Tenayan Raya District. It is recommended that workshop owners strengthen occupational safety and health programs by providing adequate PPE, ensuring PPE compliance, improving workplace conditions, and conducting regular occupational safety training.