Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kelelahan Kerja Pada Tenaga Harian Lepas Tim Satgas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekanbaru Tahun 2025
Quick Access
Institutional Metadata
Abstract
ABSTRAK Kelelahan kerja adalah keadaan di mana individu merasa sangat letih, mengantuk, atau kehilangan energi akibat berbagai penyebab, seperti kurang tidur, minimnya waktu istirahat, tekanan pekerjaan fisik dan mental yang berkepanjangan, kecemasan yang terus-menerus, serta beban tugas yang besar. Dalam pandangan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), kondisi ini dipandang sebagai gangguan yang bisa menimbulkan potensi bahaya dan risiko. Selain itu, kelelahan kerja juga dapat diartikan sebagai tekanan mental yang berat akibat pekerjaan. Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kelelahan kerja pada tenaga harian lepas tim Satgas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekanbaru tahun 2025. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan jenis analitik observasional, desain cross sectional dan teknik non probability sampling dengan metode purposive sampling. Populasi penelitian adalah 81 responden, dengan sampel penelitian semua populasi berjumlah 91 responden . Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian yang didapatkan faktor yang berhubungan dengan kelelahan kerja yaitu beban kerja (P- value = 0,022, POR = 0,315), faktor yang berhubungan dengan kelelahan kerja yaitu shift kerja (P-value = 0,049, POR = 2,890). Sedangkan yang tidak berhubungan yaitu usia (P-value = 0,701). Disarankan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekanbaru Diharapkan agar dapat melalukan upaya pengendalian beban kerja ditempat kerja dengan cara : Menambah shif kerja dari 2 shift menjadi 3 shift, Serta memperbolehkan karyawan untuk beristirahat sejenak (10-15 menit) hal ini dilakukan agar dapat meregangkan otot tubuh yang lelah, Untuk karyawan yang berusia >35 Tahun perlu di pertimbangkan dalam pembagian shift terutama pada shift sore.
ABSTRACT Work fatigue is a condition in which an individual feels extremely tired, sleepy, or loses energy due to various causes, such as lack of sleep, limited rest time, prolonged physical and mental work pressure, constant anxiety, and a heavy workload. From an Occupational Safety and Health (OSH) perspective, this condition is seen as a disorder that can pose potential hazards and risks. In addition, work fatigue can also be interpreted as severe mental stress due to work. The purpose of this study is to determine the factors related to work fatigue in casual daily workers of the Pekanbaru City Regional Disaster Management Agency Task Force team in 2025. This research method is quantitative with observational analytical type, cross-sectional design and non-probability sampling technique with purposive sampling method. The study population was 81 respondents, with a research sample of all populations totaling 91 respondents. The data collection tool used a questionnaire. The results of the study obtained factors related to work fatigue were workload (P-value = 0.022, POR = 0.315), factors related to work fatigue were work shifts (P-value = 0.049, POR = 2.890). While the unrelated factor was age (P-value = 0.701). It is recommended that the Pekanbaru City Regional Disaster Management Agency implement workload management efforts in the workplace by: increasing work shifts from two to three, and allowing employees to take short breaks (10-15 minutes) to stretch tired muscles. For employees aged over 35, shift allocation, especially the afternoon shift, should be considered.