Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pelaksanaan Program Desa Siaga Pada kelompok Kerja Kesehatan (Pokjakes) Di Keluranan Rantau Panjang Pekanbaru
Quick Access
Institutional Metadata
Abstract
ABSTRAK Pelaksanaan program desa siaga menjadi salah satu rancangan pemerintah agar setiap masyarakatnya menjadi tanggap dalam mengatasi masalah kesehatan secara mendiri. Kurangnya partisipasi masyarakat dalam pelaksaaan program desa siaga membuat banyaknya masalah kesehatan sulit untuk di kendalikan. Beberapa faktor yang mempengaruhi pelaksanaan program desa yaitu pendidikan, pengetahuan, pelatihan. Desain penelitian ini menggunakan Cross Sectional, populasi dalam penelitian ini berjumlah 47 responden dan menggunakan metode pengambilan sampling jenuh. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 28 Juni-08 Juli 2022. Penelitian ini dilakuakan dengan menyebarkan kuesioner yaitu pengetahuan, pelatihan dan pelaksanaan. Hasil analisis data univariat dan bivariate menggunakan uji Chi Square yang menganalisis hubungan variabel. Responden berusia (26-35 tahun) dikategorikan dewasa awal sebanyak 27 responden (57,4%), responden perempuan sebanyak 28 responden (59,6%), responden berpendidikan SMA sebanyak 36 responden (76,6%), responden pekerjaanya petani sebanyak 20 responden (42,6%). Pada analisis bivariate pendidikan, pengetahuan, pelatihan, nilai p value yaitu 0,003 sehingga dapat disimpulkan terdapat hubungan antara pengetahuan, pelatihan. Hasil penelitian ini dapat dijadikan landasan untuk penelitian selanjutnya tentang partisifasi masyarakat dalam pelaksaaan program desa siaga
ABSTRACT The implementation of the standby village program is one of the government's designs so that every community becomes responsive in overcoming health problems independently. The lack of community participation in the implementation of the standby village program makes many health problems difficult to control. Some of the factors that influence the implementation of village programs are education, knowledge, training. The design of this study used Cross Sectional, the population in this study was 47 respondents and used a saturated sampling method. This research was conducted on June 28-July 08, 2022. This research was carried out by distributing questionnaires, namely knowledge, training and implementation. The results of univariate and bivariate data analysis used the Chi Square test which analyzed the relationship of variables. Respondents aged (26-35 years) were categorized as early adult as many as 27 respondents (57.4%), female respondents as many as 28 respondents (59.6%), respondents with high school education as many as 36 respondents (76.6%), respondents to their work as many as 20 respondents (42.6%). In the bivariate analysis of education, knowledge, training, the p value is 0.003 so that it can be concluded that there is a relationship between knowledge, training. The results of this study can be used as a basis for further research on community participation in the implementation of the standby village program.