Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pengetahuan Ibu Tentang Perawatan Tali Pusat Pada Bayi Baru Lahir Di RSIA Andini Pekanbaru
Institutional Metadata
Abstract
Perawatan tali pusat yang kurang tepat dapat memperlambat pelepasan tali pusat dan meningkatkan risiko infeksi (tetanus neonatorum) yang berkontribusi pada angka kematian bayi. Pengetahuan ibu memegang peranan penting dalam tindakan perawatan tali pusat secara bersih dan kering (dry cord care). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor (usia, tingkat pendidikan, dan paritas) yang berhubungan dengan pengetahuan ibu tentang perawatan tali pusat pada bayi baru lahir di Rsia Andini Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian korelasional dan pendekatan waktu cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 30 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner terstruktur untuk mengukur karakteristik responden dan tingkat pengetahuan tentang perawatan tali pusat. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α=0,05. Hasil analisis univariat menunjukkan sebagian besar responden berusia 20–40 tahun sebanyak 28 responden (93,3%), berpendidikan tinggi sebanyak 16 responden (53,3%), berstatus multipara sebanyak 19 responden (63,3%), dan memiliki pengetahuan baik sebanyak 15 responden (50,0%). Hasil uji Chi-Square diperoleh p-value usia p=0,343, pendidikan p=0,765, dan paritas p=0,549 (p>0,05), sehingga tidak terdapat hubungan yang signifikan antara usia, tingkat pendidikan, maupun paritas dengan pengetahuan ibu tentang perawatan tali pusat. Peneliti merekomendasikan peningkatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) secara berkelanjutan oleh tenaga kesehatan untuk mempertahankan dan meningkatkan pengetahuan ibu nifas.
Improper umbilical cord care can delay cord separation and increase the risk of infection (neonatal tetanus), contributing to infant mortality rates. Maternal knowledge plays a crucial role in practicing clean and dry umbilical cord care. This study aimed to analyze the factors (age, education level, and parity) associated with mothers' knowledge regarding umbilical cord care for newborns at Rsia Andini Pekanbaru. This study employed a quantitative research design using a correlational approach and a cross-sectional timeframe. The sample consisted of 30 respondents selected via accidental sampling. A structured questionnaire was used to measure respondent characteristics and the level of knowledge regarding umbilical cord care. Data analysis was conducted using univariate and bivariate methods, specifically the Chi-Square test with a significance level of α=0.05. Univariate analysis results showed that the majority of respondents were aged 20–40 years (n=28; 93.3%), had higher education (n=16; 53.3%), were multiparous (n=19; 63.3%), and possessed good knowledge (n=15; 50.0%). Chi-Square test results yielded p-values of 0.343 for age, 0.765 for education, and 0.549 for parity (p>0.05); thus, there was no significant relationship between age, education level, or parity and mothers' knowledge regarding umbilical cord care. Researchers recommend the continuous provision of Communication, Information, and Education (CIE) by healthcare workers to maintain and improve the knowledge of postpartum mothers.