Faktor- Faktor Yang Berhubungan Dengan Penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) Pada Wanita Pekerja Di Institut Kesehatan Payung Negeri Pekanbaru
Quick Access
Institutional Metadata
Abstract
Penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) merupakan salah satu strategi efektif dalam perencanaan keluarga dan kesehatan reproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan MKJP pada pekerja wanita di Institut Kesehatan Payung Negeri Pekanbaru. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Penelitian ini dilakukan dengan mengunakan tehnik total sampling yaitu seluruh popolasi responden yang akan dijadikan sampel. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa sebagian besar responden menggunakan MKJP (63,6%) dan mayoritas memiliki pengetahuan baik tentang kontrasepsi (99%). Analisis bivariat dengan uji Chi-Square menunjukkan bahwa tidak ada hubungan signifikan antara umur (p value = 0,893), pengetahuan (p = 1,000), dukungan suami (p = 0,282), paritas (p = 0,383), dan sikap (p = 1,000) dengan penggunaan MKJP. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa tidak ada faktor yang berhubungan signifikan dengan penggunaan MKJP pada wanita pekerja di Institut Kesehatan Payung Negeri Pekanbaru. Disarankan agar penelitian ini dapat dijadikan bahan perbandingan untuk penelitian selanjutnya dan sebagai acuan evaluasi pekerja. Peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan dan melanjutkan penelitian ini dengan metode kualitatif untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam.
The use of long-term contraceptive methods (MKJP) is an effective strategy in family planning and reproductive health. This study aims to identify the factors associated with the use of MKJP among female workers at the Institute of Payung Negeri Pekanbaru. This quantitative research uses a Cross-Sectional approach and was conducted using total sampling, meaning the entire population of respondents was used as the sample. The univariate analysis results show that the majority of respondents use MKJP (63.6%) and most have good knowledge about contraception (99%). Bivariate analysis with Chi-Square test indicates that there is no significant relationship between age (p value = 0.893), knowledge (p = 1.000), husband’s support (p = 0.282), parity (p = 0.383), and attitude (p = 1.000) with the use of MKJP. The conclusion of this study is that no factors are significantly related to the use of MKJP among female workers at the Institute of Payung Negeri Pekanbaru. It is suggested that this research can serve as a comparison for future studies and as a reference for evaluating workers. Future researchers are expected to develop and continue this study using qualitative methods to gain a deeper understanding.