Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Cakupan Imunisasi Dasar Pada Anak Usia 12-36 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Selatbaru Tahun 2025
Quick Access
Institutional Metadata
Abstract
Pemberian imunisasi merupakan upaya kesehatan masyarakat yang terbukti paling cost-effective serta berdampak positif untuk mewujudkan derajat kesehatan ibu dan anak di Indonesia. Secara global, saat ini sekitar 23 juta anak di bawah usia satu tahun masih belum memperoleh imunisasi lengkap, dan 9,5 juta dari jumlah tersebut ada di Asia Tenggara. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi cakupan imunisasi dasar pada anak usia 12–36 bulan di wilayah kerja Puskesmas Selatbaru. Desain penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode cross-sectional. Sampel sebanyak 77 ibu yang memiliki anak usia 12–36 bulan diperoleh melalui teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji Chi-Square dan regresi logistik. Hasil uji bivariat menunjukkan bahwa lima faktor memiliki hubungan signifikan dengan cakupan imunisasi dasar, yaitu: pengetahuan ibu (p=0,000), status pekerjaan (p=0,038), sikap ibu (p=0,000), dukungan keluarga (p=0,000), dan peran petugas kesehatan (p=0,000). Sementara faktor pendidikan, paritas, kepercayaan, dan ketersediaan fasilitas tidak memiliki hubungan yang signifikan. Pada analisis multivariat, pengetahuan ibu merupakan faktor dominan yang memengaruhi cakupan imunisasi dasar lengkap (p=0,001; Exp.B=52,33). Dapat disimpulkan bahwa pengetahuan, pekerjaan, sikap, dukungan keluarga, dan peran petugas kesehatan merupakan faktor pendukung cakupan imunisasi dasar, sedangkan pendidikan, paritas, kepercayaan, dan fasilitas kesehatan merupakan faktor yang tidak mendukung. Puskesmas Selatbaru diharapkan meningkatkan promosi kesehatan dan keterlibatan petugas serta keluarga dalam mendukung imunisasi dasar anak.
Immunization is a public health effort that has proven to be the most cost-effective and has a positive impact on improving maternal and child health in Indonesia. Globally, approximately 23 million children under one year of age have not yet received complete immunizations, and 9.5 million of these are in Southeast Asia. This study aims to identify factors that influence basic immunization coverage in children aged 12–36 months in the Selatbaru Community Health Center (Puskesmas) working area. The study design used a quantitative approach with a cross-sectional method. A sample of 77 mothers with children aged 12–36 months was obtained through accidental sampling. Data were collected using a questionnaire and analyzed using the Chi-Square test and logistic regression. The results of the bivariate test showed that five factors had a significant relationship with basic immunization coverage, namely maternal knowledge (p=0.000), employment status (p=0.038), maternal attitude (p=0.000), family support (p=0.000), and the role of health workers (p=0.000). Meanwhile, education, parity, trust, and facility availability did not have a significant relationship. Multivariate analysis revealed that maternal knowledge was the dominant factor influencing complete basic immunization coverage (p=0.001; Exp.B=52.33). It can be concluded that knowledge, occupation, attitude, family support, and the role of health workers are supporting factors for basic immunization coverage, while education, parity, trust, and health facilities are non-supporting factors. Selatbaru Community Health Center is expected to increase health promotion and the involvement of workers and families in supporting children's basic immunization.