Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kecemasan Pada Pasien Gangguan Pernapasan di Poli Paru RSUD Arifin Achmad Privinsi Riau
Quick Access
Institutional Metadata
Abstract
Gangguan pernapasan merupakan kondisi yang berpotensi membahayakan nyawa karena dapat menghambat kemampuan paru-paru dalam menyuplai oksigen secara optimal ke seluruh tubuh. Salah satu dampak psikologis yang sering terjadi pada pasien dengan gangguan pernapasan adalah kecemasan, yang ditandai dengan perasaan ketakutan dan kekhawatiran yang mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi tingkat kecemasan pada pasien gangguan pernapasan di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross- sectional. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode accidental sampling, dengan jumlah responden sebanyak 43 orang. Instrumen penelitian yang digunakan meliputi Medical Research Council (MRC) Dyspnea Scale, Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), World Health Organization Quality of Life-BREF (WHOQOL-BREF), serta Hospital Anxiety and Depression Scale (HADS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa derajat dispnea, kualitas hidup, dan kualitas tidur memiliki pengaruh terhadap tingkat kecemasan pasien. Uji statistik menunjukkan nilai P Value 0,00 (P < 0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara faktor-faktor tersebut dengan tingkat kecemasan pasien. Uji korelasi Pearson menunjukkan bahwa kualitas tidur memiliki hubungan positif dan kuat terhadap kecemasan (r = 0,668), serta terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas hidup dengan tingkat kecemasan (P < 0,01). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa semakin buruk kualitas tidur dan semakin rendah kualitas hidup pasien, maka semakin tinggi tingkat kecemasan yang mereka alami. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan multidisiplin dalam menangani pasien gangguan pernapasan, termasuk intervensi untuk meningkatkan kualitas tidur dan kualitas hidup guna mengurangi tingkat kecemasan mereka.
Respiratory distress is a potentially life-threatening condition that can inhibit the ability of the lungs to supply optimal oxygen to the rest of the body. One of the psychological impacts that often occurs in patients with respiratory disorders is anxiety, which is characterized by feelings of deep fear and worry. This study aims to determine the factors that influence the level of anxiety in patients with respiratory disorders at RSUD Arifin Achmad Riau Province. The research design used was descriptive analytic with a cross-sectional approach. The sampling technique was carried out by accidental sampling method, with a total of 43 respondents. The research instruments used include the Medical Research Council (MRC) Dyspnea Scale, Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), World Health Organization Quality of Life-BREF (WHOQOL-BREF), and Hospital Anxiety and Depression Scale (HADS). The results showed that the degree of dyspnea, quality of life, and sleep quality had an influence on the patient's anxiety level. Statistical tests showed a P value of 0.00 (P < 0.05), which means there is a significant relationship between these factors and the patient's anxiety level. Pearson correlation test shows that sleep quality has a positive and strong relationship with anxiety (r = 0.668), and there is a significant relationship between quality of life and anxiety level (P < 0.01). Thus, it can be concluded that the poorer the sleep quality and the lower the quality of life of patients, the higher the level of anxiety they experience. Therefore, a multidisciplinary approach is needed in managing patients with respiratory disorders, including