Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kecemasan Pasien Yang Akan Dilakukan Tindakan Operasi Di Rumah Sakit Santa Maria Pekanbaru
Quick Access
Institutional Metadata
Abstract
ABSTRAK Tindakan pre operasi merupakan stressor bagi pasien yang dapat membangkitkan reaksi cemas baik secara fisiologis maupun psikologis. Kecemasan pada pasien yang akan menjalani operasi dapat berefek pada depresi setelah operasi, proses penyembuhan luka pasca operasi yang lama, serta meningkatnya nyeri pasca operasi. Timbulnya kecemasan terjadi karena adanya faktor-faktor atau sumber yang dianggap sebagai ancaman atau membahayakan individu itu sendiri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kecemasan Pasien Yang Akan Dilakukan Tindakan Operasi Di Rumah Sakit Santa Maria Pekanbaru. Penelitian ini merupakan deskriptif kuantitatif dan pendekatan cross sectional.. Sampel berjumlah 57 yang diambil secara accidetal sampling. Instrumen menggunakan kuesioner The Amsterdam Preoperative and Information Scale. Data dianalisis dengan uji Spearman-rho. Hasil uji bivariate usia (p-value 0.000), jenis kelamin (p-value 0.000), pendidikan (0.003), pengalaman operasi (p-value 0.001) dan jenis operasi (0.005) yang berarti nilai p < α (0.05) sehingga ada hubungan antara usia, jenis kelamin, pendidikan, pengalaman operasi dan jenis operasi dengan tingkat kecemasan pada pasien pre operasi di RS Santa Maria Pekanbaru. Disarankan pada perawat untuk meningkatkan kemampuan dalam edukasi pada pasien pre operasi.
ABSTRACT Preoperative action is a stressor for patients that can evoke anxious reactions both physiologically and psychologically. Anxiety in patients who will undergo surgery can have an effect on depression after surgery, a long postoperative wound healing process, and increased postoperative pain. The emergence of anxiety occurs because of factors or sources that are considered a threat or endanger the individual himself. The purpose of this study was to determine the factors that influence the anxiety of patients undergoing surgery at Santa Maria Hospital Pekanbaru. This research is a quantitative descriptive and cross sectional approach. A total of 57 samples were taken by accidental sampling. The instrument used a questionnaire The Amsterdam Preoperative and Information Scale. Data were analyzed by Spearman-rho test. The results of the bivariate test for age (p-value 0.000), gender (p-value 0.000), education (0.003), operating experience (p-value 0.001) and type of surgery (0.005) which means p value < (0.05) so there is the relationship between age, gender, education, operating experience and type of surgery with anxiety levels in preoperative patients at Santa Maria Hospital Pekanbaru. It is recommended for nurses to improve their ability in educating preoperative patients.