FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN DIARE PADA BAYI USIA 6-12 BULAN DI WILAYAH KERJA PAYUNG SEKAKI KOTA PEKANBARU
Institutional Metadata
Abstract
Diare merupakan salah satu masalah kesehatan yang masih sering terjadi pada bayi dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain karakteristik ibu, pengetahuan ibu, pemberian makanan pendamping ASI (MPASI), pola asuh hygiene, dan usia menikah ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian diare pada bayi usia 6–12 bulan di Puskesmas Payung Sekaki Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 30 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan 95% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 20–35 tahun sebanyak 22 orang (73,3%), memiliki pendidikan terakhir SMA/SMK sebanyak 15 orang (50,0%), dan bekerja sebagai ibu rumah tangga sebanyak 15 orang (50,0%). Berdasarkan variabel penelitian, sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik sebanyak 18 orang (60,0%), pemberian MPASI dalam kategori baik sebanyak 17 orang (56,7%), pola asuh hygiene dalam kategori baik sebanyak 18 orang (60,0%), serta tidak menikah dini sebanyak 21 orang (70,0%). Sementara itu, sebagian besar bayi tidak mengalami diare, yaitu sebanyak 19 bayi (63,3%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dengan kejadian diare (p = 0,643), tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pemberian MPASI dengan kejadian diare (p = 0,346), terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh hygiene dengan kejadian diare (p = 0,005), serta tidak terdapat hubungan yang signifikan antara usia menikah ibu dengan kejadian diare (p = 0,563). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pola asuh hygiene merupakan satu-satunya faktor yang berhubungan secara signifikan dengan kejadian diare pada bayi usia 6–12 bulan di Puskesmas Payung Sekaki Kota Pekanbaru.
Diarrhea remains one of the health problems that commonly occurs among infants and may be influenced by various factors, including maternal characteristics, maternal knowledge, complementary feeding (MPASI), hygiene parenting practices, and maternal age at marriage. This study aimed to determine the factors associated with the incidence of diarrhea among infants aged 6–12 months at Payung Sekaki Community Health Center, Pekanbaru. This study used an analytical observational method with a cross-sectional approach. A total of 30 respondents were selected using a purposive sampling technique. Data were collected using questionnaires and analyzed using the Chi-Square test with a significance level of 95% (α = 0.05). The results showed that most respondents were aged 20–35 years, with 22 respondents (73.3%), had a senior high school/vocational high school education, with 15 respondents (50.0%), and were housewives, with 15 respondents (50.0%). Regarding the research variables, most respondents had good knowledge, with 18 respondents (60.0%), good complementary feeding practices, with 17 respondents (56.7%), good hygiene parenting practices, with 18 respondents (60.0%), and had not married at an early age, with 21 respondents (70.0%). Meanwhile, most infants did not experience diarrhea, with 19 infants (63.3%). The Chi-Square test results showed no significant association between maternal knowledge and diarrhea incidence (p = 0.643), no significant association between complementary feeding and diarrhea incidence (p = 0.346), a significant association between hygiene parenting practices and diarrhea incidence (p = 0.005), and no significant association between maternal age at marriage and diarrhea incidence (p = 0.563). In conclusion, hygiene parenting practices were the only factor significantly associated with the incidence of diarrhea among infants aged 6–12 months at Payung Sekaki Community Health Center, Pekanbaru.