FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN DALAM MENGKONSUMSI TABLET FE PADA REMAJA PUTRI DI SMP N 20 PEKANBARU
Institutional Metadata
Abstract
Anemia merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia, terutama di kalangan remaja putri. Remaja putri masih menunjukkan tingkat kepatuhan yang rendah dalam mengonsumsi tablet zat besi (tablet Fe), yang disediakan sebagai bagian dari kampanye pemerintah untuk mengatasi anemia. Kemudahan mengonsumsi tablet, tingkat dukungan dari keluarga dan guru, adanya atau tidak adanya efek samping, serta faktor-faktor lain semuanya berperan dalam menentukan tingkat kepatuhan tersebut. Upaya untuk mengetahui apakah faktor-faktor tersebut di SMP Negeri 20 Pekanbaru memengaruhi frekuensi penggunaan tablet zat besi oleh remaja putri menjadi landasan penelitian ini. Penelitian ini menggunakan metodologi kuantitatif cross-sectional. Pada bulan Juni 2026, 76 orang dipilih sebagai responden survei dengan menggunakan pendekatan sampel penuh. Baik untuk analisis univariat maupun bivariat, data dikumpulkan melalui survei dan kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square, dengan ambang signifikansi α=0,05. Meskipun mengalami efek samping, 51,3% pengguna tablet zat besi tetap melanjutkan konsumsi obat tersebut, dan 68,4% menyatakan mendapat dukungan positif dari keluarga serta 50,0% dari guru. Analisis bivariat menunjukkan bahwa efek samping berkorelasi secara signifikan dengan kepatuhan mengonsumsi tablet zat besi (p=0,000), serta terdapat hubungan antara kepatuhan mengonsumsi tablet zat besi dengan dukungan keluarga (p=0,037) dan dukungan guru (p=0,000). Menurut para penulis studi ini, kepatuhan remaja putri dalam mengonsumsi pil zat besi dipengaruhi oleh efek samping, dukungan keluarga, dan dukungan guru. Oleh karena itu, sangat penting bagi keluarga, guru, dan tenaga kesehatan untuk bekerja sama guna meningkatkan kepatuhan dalam penggunaan pil zat besi sebagai upaya pencegahan anemia pada remaja putri.
Anaemia is a major public health concern in Indonesia, especially among teenage girls. Adolescent girls continue to have poor adherence to taking iron tablets (Fe tablets), which are supplied as part of a government campaign to address anaemia. The simplicity of taking the tablets, the amount of support from family and teachers, the presence or absence of side effects, and other factors all play a role in determining this level of adherence. Finding out if these factors at SMP Negeri 20 Pekanbaru affect the frequency with which teenage females use iron pills was the driving force for this research. This study employed a quantitative cross-sectional methodology. In June 2026, 76 people were chosen for the survey by using a full sample approach. For both the univariate and bivariate studies, data was gathered using a survey and subsequently analysed using the Chi-Square test, with a significance threshold of α=0.05. Despite side effects, 51.3% of iron pill users persisted in taking the medication, and 68.4% said they had positive support from family and 50.0% from teachers. Bivariate analysis showed that side effects were significantly correlated with iron tablet adherence (p=0.000), and that there was a link between iron tablet adherence and family support (p=0.037) and teacher support (p=0.000). Adolescent girls' adherence to iron pill intake is impacted by side effects, family support, and teacher support, according to the authors of this study. Thus, it is imperative that families, teachers, and healthcare professionals work together to increase adherence to iron pill use as a means of preventing anaemia in teenage girls.