FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN IBU HAMIL DALAM PEMERIKSAAN TRIPLE ELIMINASI DI PUSKESMAS PAYUNG SEKAKI KOTA PEKANBARU
Institutional Metadata
Abstract
Pemeriksaan triple eliminasi merupakan upaya deteksi dini HIV, sifilis, dan hepatitis B pada ibu hamil serta pencegahan penularan dari ibu kepada bayi. Namun, kepatuhan ibu hamil masih belum optimal dan dapat dipengaruhi oleh kurangnya pengetahuan, sikap yang kurang positif, serta minimnya dukungan suami. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan ibu hamil dalam pemeriksaan triple eliminasi di Puskesmas Payung Sekaki Kota Pekanbaru Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif analitik dengan desain cross sectional. Populasi berjumlah 149 ibu hamil dengan sampel 60 responden yang dipilih menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil univariat menunjukkan 38 responden (63,3%) patuh melakukan pemeriksaan triple eliminasi, 37 responden (61,7%) memiliki pengetahuan baik, 42 responden (70,0%) memiliki sikap positif, dan 32 responden (53,3%) memperoleh dukungan suami yang tidak mendukung. Hasil bivariat menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan (p=0,000; OR=29,700), sikap (p=0,004; OR=6,400), dan dukungan suami (p=0,000; OR=12,179) dengan kepatuhan pemeriksaan triple eliminasi. Disimpulkan bahwa pengetahuan, sikap, dan dukungan suami berhubungan signifikan dengan kepatuhan ibu hamil dalam melakukan pemeriksaan triple eliminasi. Peneliti selanjutnya disarankan mengkaji faktor lain, seperti dukungan tenaga kesehatan, akses pelayanan, motivasi, dan keterpaparan informasi.
Triple elimination screening is an early detection effort for HIV, syphilis, and hepatitis B among pregnant women, as well as a measure to prevent mother-to-child transmission. However, compliance among pregnant women remains suboptimal and may be influenced by inadequate knowledge, negative attitudes, and limited support from husbands. This study aimed to determine the factors associated with pregnant women’s compliance with triple elimination screening at Payung Sekaki Public Health Center, Pekanbaru City, in 2026. This study employed a quantitative analytical method with a cross-sectional design. The population consisted of 149 pregnant women, with a sample of 60 respondents selected using purposive sampling. Data were collected using questionnaires and analyzed using univariate and bivariate analyses with the Chi-Square test. The univariate results showed that 38 respondents (63.3%) complied with triple elimination screening, 37 respondents (61.7%) had good knowledge, 42 respondents (70.0%) had positive attitudes, and 32 respondents (53.3%) received inadequate husband support. The bivariate analysis showed significant associations between knowledge (p=0.000; OR=29.700), attitude (p=0.004; OR=6.400), and husband support (p=0.000; OR=12.179) and compliance with triple elimination screening. It was concluded that knowledge, attitude, and husband support were significantly associated with pregnant women’s compliance with triple elimination screening. Future researchers are recommended to examine other factors, such as healthcare provider support, access to healthcare services, motivation, and exposure to health information.