Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Konsumsi Vitamin A pada Ibu Nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Pandau Jaya Kabupaten Kampar
Quick Access
Institutional Metadata
Abstract
Kekurangan vitamin A pada masa nifas dapat meningkatkan kerentanan terhadap infeksi dan memperlambat pemulihan kesehatan ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi konsumsi Vitamin A pada ibu nifas di wilayah kerja Puskesmas Pandau Jaya Kabupaten Kampar tahun 2024. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah ibu nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Pandau Jaya Kabupaten Kampar sebanyak 131 ibu menggunakan Quota Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 99 sampel. Analisa data dilakukan menggunakan univariat dan bivariat (chi square). Hasil penelitian ini yaitu sebagian besar responden memiliki usia tidak beresiko (81,8%), pendidikan rendah (58,6%), tidak bekerja (79,8%) primipara (62,6%), pengetahuan baik (52,5%), sikap negatif (50,5%) dan tidak mengkonsumsi vitamin A (59,6%). Terdapat hubungan pendidikan (p value=0,000), paritas (p value=0,000), pengetahuan (p value=0,000) dan sikap (p value=0,000) terhadap konsumsi vitamin A pada ibu nifas. Tidak terdapat hubungan usia (p value=0,347) dan pekerjaan (p value=0,081) terhadap konsumsi vitamin A pada ibu nifas di wilayah kerja Puskesmas Pandau Jaya Kabupaten Kampar. Hasil penelitian ini yaitu faktor yang mempengaruhi konsumsi vitamin A pada ibu nifas adalah pendidikan, paritas, pengetahuan dan sikap. Saran bagi ibu nifas diharapkan agar mereka meningkatkan pengetahuan tentang pentingnya vitamin A bagi kesehatan ibu dan bayi.
Vitamin A deficiency during the postpartum period can increase susceptibility to infections and slow down the recovery of maternal health. This study aims to determine the factors influencing the consumption of vitamin A among postpartum mothers in the working area of Puskesmas Pandau Jaya, Kampar Regency, in 2024. The research method used is quantitative with a cross-sectional design. The population of the study consists of postpartum mothers in the working area of Puskesmas Pandau Jaya, totaling 131 mothers, using quota sampling with a sample size of 99. Data analysis was conducted using univariate and bivariate analysis (chi-square). The results indicate that the majority of respondents have a non-risk age (81.8%), low education (58.6%), are unemployed (79.8%), are primiparous (62.6%), have good knowledge (52.5%), hold negative attitudes (50.5%), and do not consume vitamin A (59.6%). There is a significant relationship between education (p value = 0.000), parity (p value = 0.000), knowledge (p value = 0.000), and attitude (p value = 0.000) towards vitamin A consumption among postpartum mothers. However, there is no significant relationship between age (p value = 0.347) and occupation (p value = 0.081) regarding vitamin A consumption among postpartum mothers in the working area of Puskesmas Pandau Jaya, Kampar Regency. The findings indicate that the factors influencing vitamin A consumption among postpartum mothers are education, parity, knowledge, and attitude. It is recommended that postpartum mothers enhance their knowledge about the importance of vitamin A for their health and the health of their babies.