Skripsi (S1)

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Nyeri Punggung Bawah (NPB) pada Pegawai Institut Kesehatan Payung Negeri Pekanbaru Tahun 2024

person Sulastri
calendar_today 2024
school S1 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Institutional Metadata

Student ID 22411006
Study Program S1 Ilmu Kesehatan Masyarakat
Faculty Fakultas Kesehatan & Informatika
Thesis Type Skripsi (S1)
Supervisor Dr.Suryani, M.KL
Upload Date 30 July 2026
Keywords
Nyeri Punggung Bawah (NPB) Faktor Risiko

Abstract

Nyeri punggung bawah (NPB) merupakan masalah kesehatan yang sering dihadapi oleh pegawai yang bekerja dalam posisi duduk statis untuk jangka waktu yang lama, khususnya pegawai Institut Kesehatan Payung Negeri Pekanbaru. Studi pendahuluan yang dilakukan menunjukkan bahwa 70% dari 10 pegawai mengalami nyeri punggung yang disebabkan oleh duduk terlalu lama. Pekerjaan yang memerlukan duduk terus-menerus dapat menimbulkan ketegangan otot dan gangguan postur yang berkontribusi pada munculnya nyeri punggung. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pemahaman yang lebih mendalam tentang faktor-faktor yang berhubungan terhadap keluhan tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional, menggunakan analisis statistik univariat dan bivariat serta melibatkan 71 sampel pegawai Institut Kesehatan Payung Negeri Pekanbaru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan jenis kelamin dengan nyeri punggung bawah (nilai p = 0,138 > α), terdapat hubungan usia dengan nyeri punggung bawah (nilai p = 0,018 < α), terdapat hubungan durasi kerja dengan nyeri punggung bawah (nilai p = 0,041 < α), terdapat hubungan masa kerja dengan nyeri punggung bawah (nilai p = 0,029 < α), dan terdapat hubungan posisi kerja dengan nyeri punggung bawah (nilai p = 0,003 < α). Saran dari penelitian ini adalah agar para pegawai menerapkan prinsip ergonomis dalam bekerja dengan mengatur posisi duduk dan berdiri secara tepat serta melakukan peregangan secara rutin.

Low back pain (LBP) is a health issue frequently encountered by employees who work in static sitting positions for prolonged periods, particularly employees at the Payung Negeri Health Institute in Pekanbaru. Preliminary studies show that 70% of 10 employees experience back pain due to prolonged sitting. Jobs requiring continuous sitting can lead to muscle tension and postural disorders that contribute to the development of back pain. This study aims to gain a deeper understanding of the factors associated with this complaint. This is a quantitative analytic study with a cross-sectional approach, using univariate and bivariate statistical analysis and involving 71 samples of employees from the Payung Negeri Health Institute in Pekanbaru. The results show that there is no relationship between gender and lower back pain (p-value = 0.138 > α), there is a relationship between age and lower back pain (p-value = 0.018 < α), there is a relationship between work duration and lower back pain (p-value = 0.041 < α), there is a relationship between length of service and lower back pain (p-value = 0.029 < α), and there is a relationship between job position and lower back pain (p-value = 0.003 < α). The recommendation from this study is for employees to apply ergonomic principles by adjusting sitting and standing positions appropriately and performing regular stretching.

Available Document Assets

article
Abstract Ready for download
lock

Restricted Access

folder_zip
Chapter 1 Restricted to Registered Scholars
login Login to download

Research Snapshot

2024 • Fakultas Kesehatan & Informatika

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Nyeri Punggung Bawah (NPB) pada Pegawai Institut Kesehatan Payung Negeri Pekanbaru Tahun 2024

Sulastri
contact_support