Faktor Yang Berhubungan dengan Risiko Stunting di Kelurahan Rumbai Bukit Tahun 2024
Quick Access
Institutional Metadata
Abstract
Stunting merupakan salah satu permasalahan gizi yang banyak dialami balita di dunia pada saat ini. Stunting ialah kondisi dimana bayi dan balita yang memiliki panjang atau tinggi badan jika dibandingkan dengan usianya menunjukkan nilai lebih dari dua standar deviasi (SD) di bawah medianmenggunakan standar baku WHO-MGRS (World Health Organization Multicentre Growth Reference Study). Kondisi ini berkaitan dengan proses pertumbuhan dan perkembangan bayi dan balita akibat kurangnya asupan gizi, ketidakuatan stimulasi psikososial dan infeksi berulang. Klasifikasi penilaian status gizi berdasarkan indeks Antropometri sesuai dengan kategori status gizi pada WHO Child Growth Standards yaitu anak usia 24– 59 bulan. Akibat dari kekurangan gizi pada usia tersebut dapat menyebabkan anak tersebut telalu pendek pada usianya. Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan dan pada masa awal setelah lahir, tetapi kondisi stunting baru akan terlihat ketika anak berusia 2 tahun [2]. Tinggi atau panjang badan anak yang kurang pada usia 2 tahun mencerminkan proses aktif dari gagal tumbuh (stunting) sedangkan usia lebih dari 2 tahun mencerminkan keadaan telah gagal tumbuh (being stunted).
Stunting merupakan salah satu permasalahan gizi yang banyak dialami balita di dunia pada saat ini. Stunting ialah kondisi dimana bayi dan balita yang memiliki panjang atau tinggi badan jika dibandingkan dengan usianya menunjukkan nilai lebih dari dua standar deviasi (SD) di bawah medianmenggunakan standar baku WHO-MGRS (World Health Organization Multicentre Growth Reference Study). Kondisi ini berkaitan dengan proses pertumbuhan dan perkembangan bayi dan balita akibat kurangnya asupan gizi, ketidakuatan stimulasi psikososial dan infeksi berulang. Klasifikasi penilaian status gizi berdasarkan indeks Antropometri sesuai dengan kategori status gizi pada WHO Child Growth Standards yaitu anak usia 24– 59 bulan. Akibat dari kekurangan gizi pada usia tersebut dapat menyebabkan anak tersebut telalu pendek pada usianya. Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan dan pada masa awal setelah lahir, tetapi kondisi stunting baru akan terlihat ketika anak berusia 2 tahun [2]. Tinggi atau panjang badan anak yang kurang pada usia 2 tahun mencerminkan proses aktif dari gagal tumbuh (stunting) sedangkan usia lebih dari 2 tahun mencerminkan keadaan telah gagal tumbuh (being stunted).