Skripsi (S1)

Faktor Yang Berhubungan dengan Risiko Stunting di Kelurahan Rumbai Bukit Tahun 2024

person Rizani Atika Namira
calendar_today 2024
school S1 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Institutional Metadata

Student ID 20401032
Study Program S1 Ilmu Kesehatan Masyarakat
Faculty Fakultas Kesehatan & Informatika
Thesis Type Skripsi (S1)
Supervisor Kursiah Warti Ningsih M.Kes
Upload Date 30 July 2026
Keywords
Stunting

Abstract

Stunting merupakan salah satu permasalahan gizi yang banyak dialami balita di dunia pada saat ini. Stunting ialah kondisi dimana bayi dan balita yang memiliki panjang atau tinggi badan jika dibandingkan dengan usianya menunjukkan nilai lebih dari dua standar deviasi (SD) di bawah medianmenggunakan standar baku WHO-MGRS (World Health Organization Multicentre Growth Reference Study). Kondisi ini berkaitan dengan proses pertumbuhan dan perkembangan bayi dan balita akibat kurangnya asupan gizi, ketidakuatan stimulasi psikososial dan infeksi berulang. Klasifikasi penilaian status gizi berdasarkan indeks Antropometri sesuai dengan kategori status gizi pada WHO Child Growth Standards yaitu anak usia 24– 59 bulan. Akibat dari kekurangan gizi pada usia tersebut dapat menyebabkan anak tersebut telalu pendek pada usianya. Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan dan pada masa awal setelah lahir, tetapi kondisi stunting baru akan terlihat ketika anak berusia 2 tahun [2]. Tinggi atau panjang badan anak yang kurang pada usia 2 tahun mencerminkan proses aktif dari gagal tumbuh (stunting) sedangkan usia lebih dari 2 tahun mencerminkan keadaan telah gagal tumbuh (being stunted).

Stunting merupakan salah satu permasalahan gizi yang banyak dialami balita di dunia pada saat ini. Stunting ialah kondisi dimana bayi dan balita yang memiliki panjang atau tinggi badan jika dibandingkan dengan usianya menunjukkan nilai lebih dari dua standar deviasi (SD) di bawah medianmenggunakan standar baku WHO-MGRS (World Health Organization Multicentre Growth Reference Study). Kondisi ini berkaitan dengan proses pertumbuhan dan perkembangan bayi dan balita akibat kurangnya asupan gizi, ketidakuatan stimulasi psikososial dan infeksi berulang. Klasifikasi penilaian status gizi berdasarkan indeks Antropometri sesuai dengan kategori status gizi pada WHO Child Growth Standards yaitu anak usia 24– 59 bulan. Akibat dari kekurangan gizi pada usia tersebut dapat menyebabkan anak tersebut telalu pendek pada usianya. Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan dan pada masa awal setelah lahir, tetapi kondisi stunting baru akan terlihat ketika anak berusia 2 tahun [2]. Tinggi atau panjang badan anak yang kurang pada usia 2 tahun mencerminkan proses aktif dari gagal tumbuh (stunting) sedangkan usia lebih dari 2 tahun mencerminkan keadaan telah gagal tumbuh (being stunted).

Available Document Assets

article
Abstract Ready for download
lock

Restricted Access

folder_zip
Chapter 1 Restricted to Registered Scholars
login Login to download

Research Snapshot

2024 • Fakultas Kesehatan & Informatika

Faktor Yang Berhubungan dengan Risiko Stunting di Kelurahan Rumbai Bukit Tahun 2024

Rizani Atika Namira
contact_support