Faktor Yang Mempengaruhi Kepatuhan Pengobatan Pada Pasien Tuberculosis Paru Di Puskesmas Rejosari Kota Pekanbaru
Quick Access
Institutional Metadata
Abstract
Prevalensi Tuberculosis Paru semakin lama semakin meningkat, Masa pengobatan yang panjang, yang biasanya berlangsung hingga enam bulan, juga sering menimbulkan tatangan pasien, yang mungkin enggan melanjutkan pengobatan secara teratur karena kebosanan, efek samping, dan ketidaknyamanan. Selain itu, kurangnya dukungan sosial dari keluarga dan masyarakat juga memainkan peran penting dalam ketidakpatuhan pengobatan. Hal ini membuktikan bahwa tingkat kepatuhan pasien dalam meminum obat sangat berpengaruh terhadap kualitas hidupnya. Peran pengawasan minum obat (PMO) pada pasien tuberkulosis sangat penting dilakukan, sebagai upaya untuk meningkatkan kepatuhan minum obat dan tercapainya keberhasilan terapi pengobatan TB. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi kepatuhan pengobatan pada pasien tuberculosis paru. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian yang digunakan adalah desain korelasi dengan menggunakan pendekatan Studi Cross Sectional.. Sampel berjumlah 44 orang dengan teknik sampel Total sampling. Instrumen yang digunakan untuk menilai kepatuhan minum obat adalah Morisky Medication Adherence scale (MMAS). Hasil uji Chi-Square menunjukkan p value = 0,000 < 0,05, maka hipotesis H0 ditolak dan Ha diterima yang berarti ada Hubungan Dukungan keluarga Dengan Kepatuhan Berobat Pada Pasien Tuberkulosis Tuberkulosis Paru Di Puskesmas Rejosari Kota Pekanbaru.
The prevalence of pulmonary tuberculosis has been increasing over time. The long treatment duration, which typically lasts up to six months, often presents challenges for patients who may be reluctant to continue treatment regularly due to boredom, side effects, and discomfort. Furthermore, the lack of social support from family and the community also plays a significant role in medication non- adherence. This demonstrates that the level of medication adherence in patients greatly impacts their quality of life. The role of Directly Observed Therapy (DOT) in tuberculosis patients is crucial as an effort to enhance medication adherence and achieve successful TB treatment outcomes. The objective of this study is to identify factors influencing medication adherence in pulmonary tuberculosis patients. This is a quantitative study with a correlational research design using a cross-sectional approach. The sample consisted of 44 participants, selected through total sampling technique. The instrument used to assess medication adherence was the Morisky Medication Adherence Scale (MMAS). The Chi- Square test results showed a p-value of 0.000 < 0.05, meaning that the null hypothesis (H0) was rejected and the alternative hypothesis (Ha) was accepted, indicating a relationship between family support and medication adherence in pulmonary tuberculosis patients at Rejosari Health Center in Pekanbaru City.